harapanrakyat.com,- Sejarah Candi Kethek yang juga sering dikenal luas sebagai candi kera sangatlah penting bagi bidang ilmu sejarah Indonesia. Monumen peninggalan masa lampau ini terletak tepat di lereng barat laut Gunung Lawu, wilayah Kabupaten Karanganyar. Bangunan bersejarah berbentuk piramida ini diperkirakan dibangun secara khusus pada akhir masa kekuasaan Kerajaan Majapahit Nusantara.
Baca juga: Sejarah Candi Cetho, Bangunan Suci Hindu ini di Lereng Gunung Lawu Karanganyar
Pada dasarnya, penamaan unik tersebut diberikan oleh penduduk setempat karena kawasan hutan tersebut banyak dihuni oleh kera. Masyarakat sekitar meyakini keberadaan monumen ini mempunyai kaitan sangat erat dengan peninggalan budaya pada abad 15. Oleh karena itu, para peneliti kepurbakalaan terus berupaya mengungkap berbagai macam pesan rahasia peradaban masa lampau tersebut.
Latar Belakang dan Sejarah Penemuan Candi Kethek
Sementara itu, keberadaan monumen budaya kuno ini sebenarnya sudah mulai dilaporkan kepada masyarakat luas sejak tahun 1842. Kemudian, proses penggalian besar-besaran baru dilakukan secara resmi oleh dinas kepurbakalaan beserta tim ahli universitas pada tahun 2005. Hasil penelitian arkeologi tersebut memastikan dengan sangat jelas bahwa bangunan bersusun empat teras ini merupakan peninggalan corak agama Hindu.
Lebih lanjut, bangunan ini memiliki ciri khas bentuk punden berundak yang amat mirip dengan susunan bangunan peninggalan prasejarah. Di samping itu, jalan setapak untuk mencapai lokasi bangunan suci ini mengharuskan setiap pengunjung berjalan kaki melintasi aliran sungai. Bangunan purbakala ini sangat menarik karena lokasinya tersembunyi dengan sangat rapi di dalam lahan kawasan hutan pinus yang asri.
Baca juga: Mengungkap Misteri dan Sejarah Candi Brahu di Trowulan
Tim ahli purbakala berhasil menemukan sebuah arca berbentuk kura-kura pada bagian undakan tangga paling bawah monumen tersebut. Penemuan benda bersejarah ini amat diyakini sebagai wujud nyata jelmaan Dewa Wisnu dalam sistem kepercayaan agama Hindu lampau.
Selain itu, peninggalan arca kuno ini sangat berkaitan erat dengan kisah mitologi pengadukan lautan susu demi mendapatkan air keabadian.Sejalan dengan itu, para dewa bekerja sama dengan makhluk raksasa untuk memperebutkan tirta amerta yang dianggap suci.
Penelusuran dari Kisah Legendaris
Kisah legendaris Samudramanthana ini pada akhirnya menjadi petunjuk utama dalam menelusuri fungsi asli dari keberadaan bangunan suci tersebut. Para sejarawan menyimpulkan secara pasti bahwa tempat ini dahulu difungsikan sebagai lokasi peruwatan atau pembersihan diri manusia.
Baca juga: Sejarah Candi Bajang Ratu Majapahit di Mojokerto Jawa Timur
Bahkan, tempat sakral ini sangat dipercaya mampu membebaskan seseorang dari segala macam perbuatan kesalahan serta dosa masa lalu. Walaupun demikian, wujud bangunan kuno ini sama sekali tidak memiliki ruangan tertutup seperti peninggalan candi megah pada umumnya. Teras keempat yang berada di posisi paling atas justru diperkirakan kuat menjadi pusat utama berdirinya peninggalan monumen sakral ini.
Seluruh kawasan peninggalan bersejarah ini akan terus menjadi sebuah objek kajian ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Apalagi pesona alam pegunungan di sekelilingnya senantiasa semakin menambah daya tarik kunjungan bagi wisatawan di masa kini. Maka dari itu, nilai luhur sejarah Candi Kethek ini menjadi suatu warisan nenek moyang tak ternilai. (Muhafid/R6/HR-Online)

12 hours ago
9

















































