harapanrakyat.com,- Sejarah Islam saat Dinasti Tang bermula dari kedatangan utusan khalifah ke wilayah Tiongkok. Catatan sejarah Islam menyebutkan bahwa rombongan ini tiba pada tahun 600-an. Rombongan penting ini secara resmi dikirim langsung oleh sang Khalifah Utsman bin Affan.
Baca juga: Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi yang Berdakwah di China
Pada mulanya, delegasi damai ini dipimpin oleh sahabat nabi bernama Sa’ad bin Abi Waqqash. Mereka ditugaskan untuk memperkenalkan ajaran ketauhidan kepada sang Kaisar Gaozong yang berkuasa. Oleh karena itu, sang penguasa menyambut rombongan utusan tersebut dengan sangat ramah.
Jejak Peninggalan Dinasti Masa Tang dan Pengaruh Islam Tiongkok
Kemudian, sang kaisar secara khusus memerintahkan pembangunan masjid pertama di kota Guangzhou. Bangunan suci peninggalan Dinasti Tiongkok Tang bagi umat Islam ini sangatlah megah. Dengan demikian, para pedagang Arab memiliki tempat ibadah yang nyaman dan aman.
Di samping itu, masjid bersejarah tersebut kini dikenal luas dengan nama Masjid Huaisheng. Nama bangunan ini memiliki makna mendalam yaitu mengenang nabi yang sangat agung. Selain itu, tempat ibadah ini memiliki menara tinggi untuk memandu pelayaran kapal.
Lebih lanjut, pesatnya perdagangan laut membuat banyak saudagar Arab bermukim di pesisir. Mereka membangun kawasan pemukiman khusus yang sering dikenal dengan sebutan daerah Fan Fang. Sebagai hasilnya, interaksi budaya antara penduduk lokal dan pendatang berjalan sangat harmonis.
Baca juga: Kisah Ali Al Muwaffaq, Tukang Sol Sepatu yang Hajinya Mabrur Tapi tidak Berhaji
Sementara itu, masyarakat Muslim juga mengadopsi budaya lokal dalam arsitektur bangunan mereka. Bentuk fisik masjid banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur tradisional khas masyarakat Tiongkok. Akibatnya, perpaduan budaya ini melahirkan sebuah keindahan karya seni yang sangat unik.
Begitu pula, para pendatang ini diberikan kebebasan untuk menjalankan aturan agama mereka. Mereka diperbolehkan menunjuk seorang pemimpin untuk mengurus segala urusan komunitas kaum Muslim. Pastinya, toleransi tinggi dari penguasa setempat membuat mereka merasa aman dan dihargai.
Bahkan, para pedagang asing ini sering menjalin pernikahan dengan penduduk wanita setempat. Keturunan mereka perlahan mulai membaur dengan kehidupan sosial masyarakat asli negeri Tiongkok. Tentu saja, asimilasi budaya ini semakin memperkuat pondasi keberadaan keimanan kaum pendatang.
Pertempuran Bersejarah dan Perkembangan Peradaban Baru Dunia
Akan tetapi, ketegangan politik pernah terjadi di wilayah perbatasan Asia Tengah lampau. Sebuah pertempuran besar akhirnya meletus di Lembah Talas pada tahun tujuh ratusan. Padahal, peperangan ini melibatkan pasukan Arab melawan dominasi tentara militer kekaisaran Tiongkok.
Setelah itu, pasukan Muslim berhasil memenangkan pertempuran berkat bantuan dari suku Karluk. Kemenangan ini sekaligus menghentikan perluasan wilayah kekuasaan Tiongkok di kawasan Asia Tengah. Sejalan dengan itu, kebudayaan Arab mulai memberikan pengaruh kuat di wilayah tersebut.
Baca juga: Kisah Ummu Waraqah, Sahabat Perempuan Rasulullah yang Menjadi Imam Sholat
Sebagai tambahan, peristiwa peperangan Talas membawa dampak yang sangat luar biasa besar. Tawanan perang Tiongkok ternyata mengajarkan rahasia teknologi pembuatan kertas kepada para Muslim. Oleh karenanya, teknologi inovatif tersebut dengan cepat menyebar luas ke seluruh dunia.
Kemudahan produksi kertas sangat memajukan ilmu pengetahuan peradaban umat manusia global. Banyak sarjana mulai menulis buku pengetahuan menggunakan media lembaran kertas yang murah. Kesimpulannya, interaksi Dinasti kekaisaran Tang membawa rekam jejak Islam yang amat gemilang. (Muhafid/R6/HR-Online)

13 hours ago
9

















































