harapanrakyat.com,- Sebuah insiden mewarnai aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gerbang Balai Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026). Seragam seorang anggota polisi Polres Tasikmalaya Kota, robek di bagian kerah kanan saat sedang mengamankan jalannya demonstrasi.
Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi untuk menuntut pertanggungjawaban kepemimpinan Viman – Diky. Mereka menilai tidak ada gebrakan yang dirasakan masyarakat selama setahun kepemimpinan tersebut.
Baca Juga: PMII Kepung Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Soroti Pinjaman Rp 230 Miliar
Kericuhan mulai terjadi ketika massa mencoba merangsek masuk ke halaman Balai Kota karena tak kunjung ditemui oleh Wali Kota Tasikmalaya.
Aksi saling dorong antara pihak kepolisian dan mahasiswa pun tidak terhindarkan. Dalam momen itulah, seragam salah satu petugas robek yang diduga akibat sayatan senjata tajam (sajam) saat kericuhan berlangsung.
Kapolres Tasikmalaya Kota Tanggapi Soal Seragam Anggota Polisi yang Robek
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, mengonfirmasi kondisi seragam anggotanya tersebut. Setelah meninjau langsung, ia menyebutkan bahwa baju anggota tersebut memang robek dengan pola seperti bekas guratan. Namun, ia memastikan kondisi personelnya tetap aman.
“Saya mengimbau saat aksi unjuk rasa jangan sampai membawa barang-barang atau benda yang membahayakan pihak keamanan maupun mahasiswa,” tegas Andi.
Kapolres Tasikmalaya Kota pun berharap massa dapat menjaga agar aksi tetap berjalan lancar tanpa membahayakan siapa pun.
Bantahan PMII, Sebut Ada Framing dan Korban Luka
Di sisi lain, Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Ilham Ramdani, membantah keras tudingan adanya mahasiswa yang membawa senjata tajam.
Ia menegaskan bahwa pihak organisasi telah melakukan pengecekan internal sebelum massa berangkat ke lokasi aksi.
Baca Juga: Mahasiswa Protes Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Tasikmalaya Rp 13 Miliar
Ilham justru menilai isu mengenai sajam tersebut merupakan upaya framing yang menyudutkan pihaknya. Selain membantah membawa sajam, Ilham juga melaporkan bahwa terdapat lima kader PMII yang menjadi korban luka akibat insiden saling dorong tersebut.
“Kita juga mempunyai korban, ada lima orang yang terluka di tangan, kepala, ada yang di kaki,” ungkap Ilham sembari menunjukkan adanya bekas luka akibat benturan dan dorongan saat aksi berlangsung. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
5

















































