Sektor pariwisata tanah air bersiap melakukan lompatan besar pada periode 2025-2026 dengan menempatkan Desa Wisata Indonesia sebagai ujung tombak ekonomi kerakyatan. Hingga saat ini, jumlah desa wisata di tanah air telah melonjak drastis mencapai 6.016 desa. Naik secara signifikan dari hanya 1.831 desa pada tahun 2021.
Perkembangan pesat ini menandai era baru pariwisata berbasis komunitas yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberhasilan ini juga semakin memperkuat eksistensi desa wisata di panggung global melalui berbagai penghargaan bergengsi. Salah satunya Best Tourism Village dari UN Tourism.
Saat ini, terdapat empat desa yang telah meraih predikat prestisius tersebut, yakni Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Jatiluwih, dan Desa Wisata Wukirsari.
Baca Juga: Desa Wisata Batulayang Bogor, Pilihan Seru untuk Liburan dan Edukasi
Selain prestasi internasional, di tingkat nasional Desa Wisata Les di Bali sukses dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2024. Prestasi tersebut berkat keunggulan konservasi terumbu karang dan produksi garam organiknya.
Eksistensi Global dan Destinasi Unggulan Desa Wisata Indonesia
Sejumlah daerah kini menjadi primadona kunjungan wisatawan yang ingin menjelajahi desa wisata, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Lombok.
Di Jawa Timur, destinasi seperti Desa Wisata Pujon Kidul dan Desa Wisata Tirta Agung menjadi rekomendasi utama bagi pecinta wisata alam dan budaya.
Baca Juga: Desa Wisata Pentingsari di Sleman Yogyakarta dengan Konsep Eco-Tourism Favorit
Sementara itu, bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok, terdapat pilihan desa wajib kunjung. Seperti Desa Sade, Desa Sukarara, serta Desa Tetebatu yang menawarkan keasrian alam di lereng Gunung Rinjani.
Pemerintah melalui Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, juga telah menyiapkan strategi Tourism 5.0 untuk memperkuat daya saing Desa Wisata Indonesia.
Fokus pengembangan ke depan akan menyasar pariwisata berkualitas yang mencakup minat khusus, seperti gastronomi, wisata kebugaran (wellness), dan wastra.
Baca Juga: Desa Sajuta Batu Purwakarta, Wisata Unik dengan View Lanskap Alam Pedesaan
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penguatan jejaring bagi lebih dari 6.100 desa melalui digitalisasi sistem perizinan, sertifikasi desa berkelanjutan. Serta pendampingan sertifikasi halal.
Dengan pengelolaan berbasis masyarakat yang semakin profesional, pemerintah berharap Desa Wisata Indonesia tidak hanya menjadi destinasi liburan yang estetis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan penduduk lokal secara berkelanjutan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
9

















































