Strategi Industri Tekstil Indonesia Hadapi Gejolak Ekonomi, Wamenperin Tinjau PT Gajah Angkasa Perkasa

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Sektor industri nasional, khususnya Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), menunjukkan resiliensi yang luar biasa, meskipun dihadapkan pada tantangan pelemahan nilai tukar Rupiah serta fluktuasi di pasar modal.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Gajah Angkasa Perkasa di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Imbas Rupiah Melemah, 140 Perajin Tahu dan Tempe di Kota Bandung Berencana Mogok Produksi 

Fundamental Kuat Industri Tekstil dan Produk Tekstil Nasional

Dalam kunjungannya, Wamenperin menepis kekhawatiran publik mengenai dampak negatif ketidakstabilan ekonomi global terhadap manufaktur dalam negeri.

Menurutnya, sektor-sektor tertentu justru berhasil memanfaatkan momentum ini untuk meraih peluang pasar yang lebih luas.

“Data di lapangan menunjukkan bahwa fundamental industri kita sangat solid. Ketidakpastian nilai tukar maupun gejolak pasar modal hampir tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap operasional mereka,” jelas Faisol Riza saat meninjau proses produksi.

Ia juga menambahkan, industri nasional memiliki daya tahan yang tangguh dalam menghadapi situasi geopolitik global yang tidak menentu.

Kualitas Lokal Daya Saing Global

Industri tekstil Indonesia terbukti mampu bersaing dengan barang impor, baik dari segi kualitas maupun harga. Wamenperin memberikan apresiasi tinggi kepada PT Gajah Angkasa Perkasa yang sukses memenuhi kebutuhan domestik. Sekaligus menembus pasar internasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh agar industri tekstil nasional tetap menjadi pilar ekonomi yang membanggakan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pajangan, Menteri Hukum Sebut Hasil Riset Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru

Sebagai langkah strategis, pemerintah mendorong para pelaku industri untuk memanfaatkan perjanjian dagang dengan Eropa, yang menawarkan bea masuk nol persen bagi produk asal Indonesia.

Selain itu, pengawasan di perbatasan (border) akan diperketat sesuai instruksi Presiden. Hal ini untuk membatasi masuknya barang ilegal yang dapat merusak harga pasar domestik.

Pencapaian PT Gajah Angkasa Perkasa dan Target Ekspor

Sementara itu, Direktur Gajah Group, Dedy Zein, memaparkan bahwa PT Gajah Angkasa Perkasa memiliki kapasitas produksi mencapai 3 juta meter garmen per bulan.

Produk unggulan mereka, termasuk seragam militer dan instansi pemerintah, telah diekspor ke negara-negara seperti Malaysia, Jepang, dan India.

Dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 85 persen, perusahaan optimis dapat memperluas jangkauan ekspor ke wilayah baru.

Beberapa negara yang menjadi target ekspansi berikutnya meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris, Prancis, Spanyol, hingga Kanada dan Korea Selatan.

Baca Juga: Risiko Badai PHK Makin Besar, Menperin Akui Kondisi Ekonomi Indonesia Memburuk

Selain fokus pada pakaian jadi dan seragam khusus, perusahaan ini juga memproduksi beragam lini produk garmen lainnya. Mulai dari kain batik, sepatu, hingga atribut tanda pangkat.

Hadir pula dalam kunjungan ini jajaran direksi perusahaan, antara lain Jimmy Gunardi dan Harry Sena. Serta perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya.

Peninjauan langsung ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan swasta dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |