Tari Legong Bali, Berasal dari Mimpi Jadi Kesenian Populer

14 hours ago 7

Tari legong Bali merupakan salah satu kesenian klasik yang dikembangkan di Keraton Bali sekitar abad ke-19. Legong menjadi kesenian tradisional yang tidak kalah menarik dari kesenian populer lainnya seperti tari kecak. Berikut akan kita bahas lebih lanjut tentang sejarah, kostum, gerakan, hingga makna dari kesenian ini.

Baca Juga: Tari Gambyong Jawa Tengah, Kesenian Tradisional yang Berawal dari Tarian Tledhek

Mengenal Sejarah hingga Makna Tari Legong Bali

Bali memang memiliki banyak sekali kesenian tradisional yang sukses memikat perhatian banyak wisatawan. Salah satunya yang akan kita bahas kali ini yaitu kesenian tradisional klasik tari legong. Kesenian ini menampilkan perpaduan gerakan, musik, dan cerita menarik yang membuatnya menjadi salah satu ikon di Bali.

Nama legong sendiri terdiri dari dua kata yaitu leg dan juga gong yang memiliki arti tersendiri. Kata leg memiliki arti gerak yang luwes atau lentur. Sedangkan kata gong artinya adalah gamelan. Oleh karena itu, kata legong artinya adalah gerakan tari yang terikat gamelan sebagai alat musik pengiringnya.

Sejarah Tari Legong

Berdasarkan Babad Dalem Sukawati, tari legong Bali tercipta dari mimpi Raja Sukawati tahun 1775-1825 M yaitu I Dewa Agung Made Karna. Saat bertapa di Pura Jogan Agung, Desa Ketewel, ia bermimpi melihat bidadari sedang menari. Kemudian setelah terbangun, ia memerintahkan Bendesa Ketewel membuat topeng dengan wajah yang terlihat dalam mimpinya.

Selain membuat topeng, ia juga memerintahkan membuat tarian yang mirip dengan tarian dalam mimpinya. Bendesa Ketewel pun berhasil membuat 9 topeng sesuai perintah I Dewa Agung Made Karna. Kemudian dua orang seniman perempuan juga mementaskan kesenian di Pura Jogan Agung yang disebut tari Sang Hyang Legong.

Tak lama setelah terciptanya kesenian Sang Hyang Legong, grup tari Nandir dari Blahbatuh melakukan pementasan dan disaksikan Raja Gianyar I Dewa Agung Manggis. Sang Raja ternyata sangat tertarik dengan tarian tersebut karena memiliki gaya mirip dengan kesenian Sang Hyang Legong. Karena itu, ia memerintahkan dua seniman untuk menata ulang kesenian tersebut dan terciptalah tari legong Bali klasik.

Baca Juga: Tari Keling Ponorogo, Kesenian Tradisional Khas dan Unik dari Dusun Mojo

Perkembangan Tari Legong Klasik

Awalnya kesenian tradisional ini hanya ada di istana untuk raja dan keluarga bangsawan di sana. Orang yang membawakannya merupakan orang dari luar istana dan merupakan seniman pilihan raja kala itu. Karena itu, orang yang terpilih pastinya merasakan kebanggaan tersendiri saat membawakan kesenian ini di hadapan raja.

Seiring berjalannya waktu, kesenian tradisional klasik ini lantas mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kesenian ini pun mulai keluar dari istana pada awal abad ke-19 dan menyebar ke desa-desa. Berkat kreativitas seniman di Pulau Dewata, timbullah gaya tarian legong yang berbeda-beda dengan berbagai nama di beberapa daerah.

Menggunakan Kostum dan Aksesoris yang Indah

Orang-orang yang menampilkan kesenian ini tentunya menggunakan kostum khusus berupa kebaya tradisional dengan kain songket. Kostum tersebut seringkali menggunakan warna-warna cerah untuk memberi kesan mewah seperti emas, merah, dan hijau. Penari tari legong Bali pun memakai berbagai aksesoris seperti mahkota emas, gelang, anting, kalung, dan kipas.

Gerakan Lentur dan Terstruktur

Kesenian tradisional populer satu ini menampilkan gerakan tubuh yang lentur, anggun, dan sangat terstruktur. Gerakan tangan, kaki, kepala, bahkan gerakan mata memiliki pola yang jelas dan penuh akan makna. Orang yang membawakannya pun harus memiliki kelenturan untuk menghasilkan gerakan tubuh lebih luwes dan halus.

Kisah dan Makna yang Terkandung

Kesenian tradisional ini membawakan kisah-kisah yang berasal dari cerita rakyat maupun legenda. Seni pertunjukan ini pun menunjukkan nilai-nilai penting seperti kesetiaan, kebijaksanaan, keharmonisan, hingga keberanian. Selain itu, kesenian ini bahkan mencerminkan masyarakat Bali yang sangat menjunjung keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Mendalam dari Tari Gandrung Banyuwangi

Tari legong Bali menjadi warisan budaya penting yang harus terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh zaman. Salah satu caranya yaitu dengan terus mementaskan kesenian ini di berbagai acara seperti di era modern. Misalnya mementaskannya dalam acara festival budaya, penyambutan tamu, hingga upacara keagamaan dan acara seni internasional. Tari legong bisa menjadi identitas khas Bali sekaligus daya tarik kuat untuk menarik wisatawan dari berbagai wilayah. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |