Thom Haye Balas Kritik Pelatih Borneo: Aturan Head-to-Head Melindungi Juara Sejati

4 hours ago 7

‎Polemik pasca penentuan juara Liga 1 2025/2026 kembali memanas di media sosial. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, meluapkan kekecewaannya setelah timnya gagal meraih gelar juara meski memiliki poin sama dengan Persib Bandung. Ia menilai, aturan head-to-head menjadi penyebab utama trofi melayang ke Persib.

‎Ungkapan Fabio itu diunggah oleh akun Instagram /laode_football pada Minggu (24/5/2026). “Sangat disayangkan, kita (Borneo FC) kehilangan trofi juara. Statistik kita lebih unggul (daripada Persib) dan unggul dari segi apapun,” tulis pelatih asal Brasil tersebut yang diunggah akun Instagram /laode_football.

‎Fabio menegaskan bahwa Borneo FC adalah tim paling produktif musim ini dengan torehan 74 gol dan 25 kemenangan. Ia juga menyebut timnya mencetak rekor 11 kemenangan beruntun, serta memiliki tiga pemain di Best XI.

Baca Juga: Fabio Lefundes: Persib Juara berkat Aturan Head-to-Head, Borneo FC Punya Statistik Lebih Apik

‎“Kita hanya kehilangan trofi juara. Tapi, tim kami (Borneo FC) menuliskan rekor sejarah,” kata pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes.

Thom Haye Angkat Bicara Terkait Pernyataan Pelatih Borneo FC

‎Namun, komentar Lefundes itu langsung memancing reaksi dari gelandang Persib Bandung, Thom Haye, yang turut menanggapi di kolom komentar.

“Mungkin aturan itu ada untuk melindungi juara sejati dari hasil seperti pertandingan terakhir,” tulis Thom Haye dalam kolom komentar.

‎Ungkapan tersebut mendapat lebih dari 14 ribu tanda suka dan ribuan balasan dari netizen. Hal ini menandai bahwa banyak yang sepakat dengan aturan PSSI.

‎Komentar Thom Haye soal pernyataan Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, sontak menjadi sorotan warganet dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Sapu Bersih Gelar Juara, Persib Pecahkan 3 Rekor Bersejarah di Liga Indonesia

Netizen Dukung Pernyataan Thom Haye

Banyak netizen mendukung pernyataan Haye. Mereka menilai bahwa aturan head-to-head memang adil untuk menentukan juara sejati.

‎Salah satu komentar populer berbunyi, “Yang kalah menjelaskan, yang menang merayakan.”  Komentarnya kemudian mendapatkan reaksi dari warganet lain.

‎Akun /laode_football pun menanggapi dengan santai. “Lari ah,” tulisnya yang kemudian memancing reaksi tawa warganet.

Sementara, beberapa pendukung Borneo FC tetap membela timnya dengan menyoroti statistik impresif musim ini.

Baca Juga: Enggan Bocorkan Strategi Jelang Laga Krusial, Pelatih Borneo FC; Biarlah Jadi Rahasia Dulu

“Borneo menjadi tim dengan kemenangan terbanyak musim ini, tapi Persib lebih konsisten dengan hanya tiga kekalahan dan kebobolan paling sedikit,” tulis akun seorang pendukung Borneo FC.

‎Perdebatan ini menunjukkan betapa panasnya rivalitas antara Persib dan Borneo FC, bahkan setelah kompetisi berakhir. Meski Fabio Lefundes merasa timnya lebih unggul secara statistik, aturan tetap menjadi penentu sah juara musim ini.

‎Pada akhirnya, Thom Haye angkat bicara terkait pernyataan pelatih Borneo, Fabio Lefundes yang menyebut Persib hanya beruntung. Namun, terlepas dari pernyataannya, aturan tetaplah sudah ditegakkan sejak awal. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |