harapanrakyat.com,- Banyak pelaku UMKM mampu menghasilkan produk berkualitas, namun belum mampu memasarkan secara maksimal di platform digital. Kondisi itu menjadi fokus pelatihan yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis (D4) Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) bagi pelaku UMKM di Bojongsari Baru, Kota Depok.
Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Lektor Kepala (PmKLK) 2026, PNJ memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM Curug Maju Bersatu dan UMKM Boba Bojongsari Baru di Aula Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan bertema ‘Optimalisasi Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Berbasis Digital untuk Penguatan Strategi Bisnis UMKM Curug Maju Bersatu dan UMKM Boba Bojongsari Baru Depok’ itu dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si, mengatakan pemasaran digital dan pelayanan pelanggan kini bukan lagi pilihan. Tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang.
“Di era disrupsi teknologi, penguatan pemasaran dan pelayanan pelanggan berbasis digital menjadi kebutuhan mutlak agar UMKM mampu bersaing sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kelurahan Bojongsari Baru yang ikut mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM.
“Kami berharap kolaborasi antara PNJ, pemerintah kelurahan, dan pelaku UMKM dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Mengenal CNG Merah Putih, Gas Baru Pengganti Elpiji 3 Kg yang Diklaim Lebih Irit 40 Persen
Lurah Bojongsari Baru, Adeyasya Aziza, S.STP., M.IP, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan pelaku UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar usaha lokal semakin berkembang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Sehingga UMKM Curug Maju Bersatu dan UMKM Boba Bojongsari Baru semakin tangguh menghadapi persaingan di era digital,” ucapnya.
PNJ Serahkan Bantuan untuk Pelaku UMKM Depok
Tim Politeknik Negeri Jakarta menyerahkan bantuan peralatan masak untuk para pelaku UMKM di Kota Depok. Foto: IstimewaSelain memberikan materi, tim PNJ juga menyerahkan bantuan peralatan memasak kepada kedua kelompok UMKM tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang kapasitas produksi sekaligus meningkatkan penjualan.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan diikuti puluhan pelaku UMKM, perangkat kelurahan, dosen, dan mahasiswa PNJ. Peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan pembuatan konten promosi yang menarik untuk media sosial.
Selama pelatihan, peserta mendapat pembekalan dari sejumlah dosen PNJ mengenai strategi mengembangkan usaha di era digital. Materi yang diberikan tidak hanya membahas pemasaran. Tetapi juga aspek etika bisnis, legalitas usaha hingga teknik membuat konten promosi yang efektif.
Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si menjelaskan pentingnya memanfaatkan internet, perangkat seluler, dan media sosial sebagai sarana memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, pemasaran digital harus dibarengi dengan pelayanan pelanggan yang baik agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Peserta juga diajak mempelajari sejumlah contoh penerapan pelayanan pelanggan berbasis data yang diterapkan perusahaan digital. Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Sementara itu, Titik Purwinarti, S.Sos., M.Pd mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya penjualan, tetapi juga etika dalam berbisnis. Ia menekankan pentingnya menjunjung kejujuran, keadilan, dan integritas, serta mendorong pelaku UMKM memiliki kepedulian terhadap konsumen dan lingkungan melalui tanggung jawab sosial usaha.
Baca Juga: Pemuda Asal Cimahi Tenggelam di Perairan Waduk Saguling Usai Nekat Lompat dari Perahu
Pentingnya Legalitas Usaha
Materi lainnya disampaikan Dr. Nining Latianingsih, SH., MH yang mengulas pentingnya legalitas usaha di era digital. Ia menjelaskan berbagai aspek yang perlu dipahami pelaku UMKM, mulai dari pendirian PT Perorangan, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS-RBA, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga kepatuhan terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Rahadatul Aisy melengkapi pelatihan dengan materi pengemasan produk dan strategi promosi melalui media sosial. Selain membahas pentingnya desain kemasan dan perhitungan harga pokok produksi (HPP), peserta juga diajak mempraktikkan pembuatan konten promosi dengan menyusun pembuka yang menarik (hook), menceritakan keunggulan produk, hingga membuat ajakan membeli (call to action)..
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan praktik berlangsung. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kendala pemasaran digital yang selama ini mereka hadapi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas UMKM. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
4

















































