harapanrakyat.com,- Kebutuhan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Pangandaran. Hal tersebut mengemuka saat Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra, Tina Wiryawati, menggelar reses di wilayah Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap penyediaan sarana air bersih yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk menunjang aktivitas belajar mengajar di tingkat SD dan SMP yang berada di kawasan tersebut.
Baca Juga: Gegara Limbah Dapur SPPG Cimerak, Warga Pangandaran Tanggung Biaya Air Bersih
Menurut warga, keberadaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Termasuk kenyamanan para siswa dalam menjalani kegiatan pendidikan sehari-hari.
Tanggapi Soal Keluhan Air Bersih dan Sanitasi Sekolah di Pangandaran
Mendengar langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat, Tina Wiryawati menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi harus menjadi prioritas pembangunan.
Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut agar dapat masuk dalam pembahasan program yang relevan di tingkat provinsi.
Baca Juga: Warga Tasikmalaya Kesulitan Air Bersih, Polisi Turun Tangan
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi mengenai air bersih dan fasilitas MCK sekolah ini menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup warga,” kata Tina, Senin (15/6/2026).
Tidak hanya membahas pembangunan fisik, kegiatan reses juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Tina mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya daerah sebagai identitas yang harus dijaga di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Pelestarian Budaya Harus Beriringan dengan Pembangunan
Ia menilai kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budaya yang selama ini menjadi karakter masyarakat Jawa Barat. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Pompa Air PDAM Kota Banjar Rusak, Layanan Air Bersih Terancam Terhenti
Suasana reses berlangsung interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Beragam usulan pun mengemuka, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga penguatan sektor pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik. Sehingga setiap kebutuhan yang muncul di tingkat akar rumput dapat diperjuangkan secara maksimal demi mendorong pemerataan pembangunan. Serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Pangandaran,” katanya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

8 hours ago
10

















































