Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, Buka Peluang Pengamatan dengan Teleskop Amatir

3 hours ago 6

Asteroid 2026 JH2 sedang jadi pusat perhatian di kalangan ilmuwan pada pertengahan bulan Mei ini. Tak mengherankan karena tanggal 19 Mei nanti, kabarnya asteroid tersebut akan melintas dekat planet Bumi. Hal ini tentu membantu ilmuwan untuk mengamatinya secara lebih dekat dari sebelumnya.

Baca Juga: Okultasi Asteroid Strenua, Fenomena Langka di Langit Indonesia

Asteroid 2026 JH2 Mendekati Bumi

Dalam kabar terbaru menyebut ada asteroid yang bergerak mendekati Bumi. Tidak lain yaitu asteroid 2026 JH2. Akan tetapi, hal tersebut bukan jadi ancaman.

Pergerakan asteroid ini tidak akan menabrak planet yang kita tinggali, Bumi. Asteroid tersebut hanya akan melintas di dekat planet Bumi. Momen tersebut akan berlangsung pada 19 Mei mendatang.

Di tanggal tersebut, jarak asteroid 2026 JH2 dengan Bumi hanya sekitar 90.000 km saja. Walaupun jaraknya sangat dekat, namun NASA memastikan bahwa risiko tabrakan tak akan terjadi sama sekali. Hal ini meninjau dari lintasannya.

Jarak dan Jalur Perlintasan

Berbicara mengenai lintasan, sebenarnya jarak tadi setara 56.000 mil. Jarak ini tentu lebih dekat daripada posisi Bumi dan bulan. Namun tenang saja karena ilmuwan sudah memastikan Bumi tetap aman.

Alasannya tidak lain dari data teknis yang berhasil dikumpulkan oleh astronom. Dari data teknis memperlihatkan bahwa jalur perlintasannya ada di luar atmosfer. Alih-alih membahayakan, pendekatan terdekat asteroid ini sangat penting dalam dunia astronomi sepanjang tahun 2026.

Orbitnya saat ini sendiri memperlihatkan bahwa asteroid 2026 JH2 akan melewati planet Bumi dengan mulus dan aman. Setelah itu, asteroid ini akan melanjutkan perjalanan mengelilingi matahari. Saat mendekati titik terdekat, objek tersebut akan memiliki kecerahan berkisar 11,5 magnitudo bintang.

Peluang Pengamatan Menggunakan Teleskop Amatir

Selama ini ilmuwan membutuhkan instrumen yang canggih untuk bisa mengamati objek luar angkasa, tak terkecuali asteroid sekalipun. Namun berbeda pada momen kali ini. Karena jarak asteroid sangat dekat dengan planet Bumi, ilmuwan bisa berpeluang mengamatinya hanya menggunakan teleskop amatir. Akan tetapi, tentu hal tersebut juga tergantung kondisi cuacanya.

Baca Juga: Asteroid God of Chaos, Fakta Menarik dan Mitos di Balik Apophis yang Mendekati Bumi

Dari pengamatan tersebut, harapannya ilmuwan bisa mendapatkan informasi penting lainnya tentang objek luar angkasa ini. Nantinya juga harapannya bisa menambah wawasan maupun mendukung penelitian di bidang astronomi. Hal inilah yang membuat momen pendekatan asteroid ke planet Bumi begitu dinantikan oleh ilmuwan.

Karakteristik Objek 2026 JH2

Objek luar angkasa yang bergerak mendekati Bumi ini menarik untuk kita ketahui secara lebih mendalam. Oleh karena itu, pastikan tidak melewatkan pembahasan seputar karakteristik asteroid 2026 JH2. Asteroid yang sudah terdeteksi pergerakannya sejak beberapa hari lalu ini memiliki ukuran sekitar 50-100 kaki. Hal ini sebagaimana analisis dari JPL (Jet Propulsion Laboratory) NASA.

Ilmuwan bisa mengetahui ukurannya karena meninjau tingkat kecerahan maupun daya pantul cahaya di permukaan objeknya. Hal tersebut terungkap ketika tertangkap sensor pemantau. Bukan hanya itu saja, rupanya objek ini termasuk kelompok asteroid Apollo.

Kelompok Apollo itu sendiri merupakan kategori batuan angkasa dengan orbit yang lebih besar daripada jalur planet Bumi mengelilingi matahari. Tak kalah penting untuk diketahui bahwa kelompok Apollo juga dikenal kerap memotong orbit Bumi saat periode perjalanan ruang angkasa. Hal ini sesuai dengan penjelasan NASA dari laporan awalnya.

Menyinggung mengenai karakteristiknya, ternyata asteroid 2026 JH2 sudah terlacak hingga 24 kali. Hal ini untuk memastikan bagaimana akurasi data orbitnya. Dalam pelacakan tersebut, rupanya melibatkan 5 observatorium internasional. Observatorium tersebut termasuk Observatorium Farpoint yang ada di Kansas.

Siaran Langsung Digital

Momen objek luar angkasa bergerak mendekati Bumi memang sangat mengesankan. Maka dari itu, jangan melewatkannya begitu saja. Sayangnya, peristiwa tersebut berlangsung saat dini hari sehingga tak semua orang bisa menyaksikannya.

Namun tak perlu berkecil hati karena publik bisa memantau bagaimana pergerakan batuan asteroid ini lewat siaran langsung digital. Adapun pihak yang mengelolanya ialah Virtual Telescope Project. Karena siaran langsung tersebut, para penggemar astronomi yang ada di seluruh dunia bisa ikut menyaksikan peristiwa fenomenal ini.

Baca Juga: Penemuan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu, Menguak Misteri Kosmik

Asteroid 2026 JH2 memang sebentar lagi melintas dekat dengan planet Bumi. Namun tidak perlu khawatir atau was-was dengan fenomena tersebut. Hal ini karena lintasan asteroid bernama 2026 JH2 aman untuk bumi lantaran tidak berisiko memicu tabrakan. Saat posisinya sangat dekat dengan Bumi, pecinta astronomi bisa menyaksikannya lewat teleskop amatir maupun siaran secara daring. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |