Wali Murid Protes, Tolak Merger dan Alih Fungsi SDN Baros Mandiri 7 Cimahi

12 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Jawa Barat, yang berencana menggabungkan sekaligus mengalihfungsikan SDN Baros Mandiri 7 mendapat penolakan keras dari warga dan para orang tua murid. Mereka menilai kebijakan ini sepihak dan merugikan kepentingan peserta didik.

Isu memanas sejak beredar pengumuman bahwa sekolah tersebut tak lagi menerima murid baru. Padahal, keputusan resmi penutupan belum diterbitkan pemerintah.

Warga menilai langkah ini sebagai cara “mematikan sekolah secara perlahan”. Rencananya, gedung sekolah bakal dialihkan menjadi ruang kelas baru bagi SMP Negeri 6 Cimahi. Sementara murid SDN Baros Mandiri 7 dipindah ke SDN Baros Mandiri 3.

Baca Juga: Tak Hanya Dugaan Penyimpangan Retribusi Kantin Sekolah, Disdik Cimahi Disorot Soal Dana RKB dan O2SN

Ketua Komite Sekolah, Wulan Widhatul Ummah, penolakan tegas rencana tersebut. “Langkah ini terburu-buru. Padahal jumlah siswa kita masih normal dan sangat layak beroperasi. Kenapa harus sekolah kami yang ditargetkan,” tanyanya, Jumat (15/5/2026).

Alasan Wali Murid Tolak Rencana Alih Fungsi SDN Baros Mandiri 7

Puncak aspirasi terjadi saat rapat sosialisasi yang dihadiri pejabat Disdik Kota Cimahi. Perwakilan wali murid, Edi Suherdi menyebutkan, ada dua alasan utama kenapa warga menolak keras rencana tersebut.

Alasan pertama, lokasi SDN Baros Mandiri 3 terlalu jauh dan memberatkan anak usia SD berjalan kaki. Selain itu, kondisi sekolah tujuan berdekatan langsung dengan saluran air besar dan area pemakaman. Sangat tidak ideal untuk tumbuh kembang dan keamanan anak.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Bentuk Sekolah Maung di Jawa Barat

“Kami khawatir keselamatan anak. Lokasi itu rawan, belum lagi akses yang sulit. Rencana merger ini bukan demi kepentingan siswa,” ungkap Edi disambut sorak dukungan massa wali murid yang berkumpul di luar gedung.

Selain faktor lokasi, dampak psikologis juga jadi perhatian serius. Perpindahan mendadak dikhawatirkan mengganggu kenyamanan belajar dan adaptasi anak. Belum lagi sejarah panjang SDN Baros Mandiri 7 yang sudah melekat erat di hati warga Baros.

Bahkan, guru dan warga sampai turun tangan keliling ke sejumlah TK (Taman Kanak-Kanak) mempromosikan sekolah agar tetap ada pendaftar baru. Bukti nyata sekolah ini masih sangat needed oleh masyarakat.

Baca Juga: 41 SMA dan SMK Favorit di Jawa Barat Berubah Jadi Sekolah Maung, Bakal Ada Kurikulum Khusus 

Menghadapi penolakan keras ini, pihak Disdik tak berani ambil keputusan di tempat. Sehingga rapat pun berakhir buntu.

“Pihak Disdik akhirnya sepakat membawa semua aspirasi ini ke pimpinan untuk dikaji ulang. Belum ada tanda tangan persetujuan,” tambah Edi.

Hingga kini, Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna, belum memberikan tanggapan resmi. Nasib SDN Baros Mandiri 7 masih digantung, menunggu hasil pembahasan tim teknis selanjutnya. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |