Puskesmas Cimerak Buka Suara Soal Penanganan Korban Laka Laut di Madasari Pangandaran

14 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Puskesmas Cimerak akhirnya memberikan klarifikasi terkait keluhan keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia usai terseret ombak di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat, 15 Mei 2026.

Sebelumnya, pihak keluarga korban menyoroti pelayanan ambulans yang dinilai lamban saat proses penanganan hingga pemulangan jenazah korban.

Baca Juga: Drama Pemulangan Jenazah Korban Pantai Madasari Pangandaran, Keluarga Soroti Pelayanan Ambulans

Klarifikasi Puskesmas Cimerak Soal Penanganan Korban Laka Laut di Madasari Pangandaran

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puskesmas Cimerak, dr. Yudith Farianti Rukmana, menyampaikan belasungkawa sekaligus klarifikasi atas situasi yang terjadi.

“Saya secara pribadi maupun mewakili Puskesmas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap adanya wisatawan yang mengalami kecelakaan di Pantai Madasari,” ucapnya, Jumat (15/5/2026).

Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam koordinasi pelayanan di lapangan. Khususnya dalam penanganan wisatawan yang mengalami kecelakaan laut di kawasan wisata Pantai Madasari.

Baca Juga: Maut di Balik Keindahan Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Asal Garut Terseret Ombak Ganas

“Kami mengakui adanya koordinasi yang belum optimal. Kedepannya kami akan melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat mupun dengan Dinas Kesehatan terkait administrasi korban, agar keluarga korban tidak mengeluarkan biaya ke puskesmas,” katanya.

Pihak Puskesmas Cimerak juga menegaskan tidak ada biaya administrasi maupun pungutan yang diterima dari keluarga korban selama proses penanganan hingga pemberangkatan jenazah.

“Tidak ada biaya yang diberikan atau diserahkan kepada Puskesmas Cimerak terkait administrasi yang ditanyakan keluarga korban. Tidak ada biaya yang diterima pihak puskesmas,” tegasnya.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Wahana Ekstrem Zipline di Madasari Pangandaran

Yudith pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga korban. Menurutnya, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Khususnya penanganan darurat di kawasan wisata Kabupaten Pangandaran.

“Sekali lagi saya ucapkan mohon maaf. Semoga kedepannya ini menjadi pembelajaran untuk kita semua, dan bisa lebih meningkatkan pelayanan kualitas kesehatan di Kabupaten Pangandaran,” tutupnya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |