harapanrakyat.com,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Jawa Barat, bergerak masif memperkuat literasi dan perlindungan konsumen. Salah satu langkah strategisnya yaitu dengan menggandeng generasi muda sebagai agen edukasi keuangan untuk membentengi masyarakat dari ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online.
Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Edukasi Keuangan yang ditujukan bagi anggota Karang Taruna Kota Tasikmalaya. Acara tersebut berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026).
Dalam pelatihan ini, para pemuda mendapatkan pembekalan mendalam mengenai peta kerawanan aktivitas keuangan ilegal yang marak di tengah masyarakat. Fokus utamanya adalah dampak buruk pinjol ilegal dan judi online yang kini kerap memicu masalah sosial hingga keretakan ekonomi keluarga.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Sebut Priangan Timur Darurat Pinjol Ilegal
Apresiasi Kolaborasi OJK dan Pemuda Tasikmalaya Lawan Pinjol dan Judi Online
Sebagai solusinya, OJK juga membekali peserta dengan akses pembiayaan yang legal dan produktif. Mereka dikenalkan dengan produk kredit mikro serta skema pembiayaan kelompok yang aman untuk modal usaha.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra Negara, mengapresiasi penuh langkah OJK yang membidik sektor kepemudaan. Menurutnya, Karang Taruna memiliki struktur jaringan yang kuat hingga ke tingkat kelurahan dan bersentuhan langsung dengan warga.
Baca Juga: Kasdim 0612/Tasikmalaya Ingatkan Prajuritnya Tidak Terjebak Lingkaran Setan Pinjol Ilegal dan Judol
“Karang Taruna sangat dekat dengan masyarakat, sehingga efektif menjadi penggerak edukasi keuangan. Melalui penguatan literasi ini, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap pinjol ilegal dan judi online,” kata Dicky.
Melalui metode Training of Trainers, OJK Tasikmalaya berharap munculnya efek domino (multiplier effect). Artinya, setiap kader Karang Taruna yang sudah dilatih wajib membagikan kembali ilmu yang didapat kepada lingkungan sekitar mereka.
Baca Juga: OJK Sebut Kondisi Ekonomi Tak Stabil Jadi Alasan Maraknya Fenomena Rojali dan Rohana
Langkah kolaboratif ini dinilai menjadi strategi yang lebih segar, humanis, dan berkelanjutan. Dengan begitu, perluasan inklusi keuangan di Kota Tasikmalaya tidak lagi terasa kaku, melainkan mengalir secara organik melalui obrolan sehari-hari para pemuda dengan warga.
OJK akan terus memperluas kemitraan dengan berbagai organisasi kepemudaan dan pemangku kepentingan. Tujuannya menciptakan ekosistem masyarakat Tasikmalaya yang cerdas, bijak, dan aman dalam memanfaatkan produk keuangan digital. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 week ago
36

















































