Dari 1.702 Pendaftar, Hanya 672 Siswa yang Berhasil Lolos Masuk SMKN 1 Cimahi di Program Sekolah Maung 

5 days ago 23

harapanrakyat.com,- Persaingan masuk SMKN 1 Cimahi terbilang cukup ketat tahun ini. Sekolah yang kini ditetapkan sebagai “Sekolah Maung” oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menerima antusiasme tinggi dari calon siswa. Hari ini, hasil seleksi pun resmi diumumkan lewat jalur daring.

Baca juga: Keluhkan SPMB Sekolah Maung dan PCMB, Ratusan Orang Tua Calon Murid Baru Geruduk Disdik Jabar

Dari total 1.702 orang yang mendaftar, hanya 672 siswa yang berhak menduduki bangku sekolah tersebut sesuai kuota yang disediakan. Rinciannya, sebanyak 528 orang diterima lewat jalur nilai rapor, 9 orang dari jalur prestasi akademik kejuaraan, dan 135 orang lagi lolos melalui jalur bakat dan minat non-akademik.

“Sudah diumumkan semuanya secara daring, jadi tidak perlu repot-repot datang ke sekolah untuk melihat hasilnya. Jumlah yang diterima memang sudah disesuaikan dengan daya tampung kami,” jelas Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin, Senin (8/6/2026).

Pendaftar SMKN 1 Cimahi yang Lolos Wajib Daftar Ulang

Bagi yang dinyatakan lulus, ada jadwal wajib daftar ulang yang harus diperhatikan, yaitu pada 9 dan 10 Juni 2026 mendatang. Mereka diwajibkan membawa berkas asli yang sebelumnya sudah diunggah, seperti rapor, akta kelahiran, kartu keluarga, dan dokumen pendukung lainnya.

“Tanggal 9 Juni khusus untuk jurusan Teknik Elektronika, sedangkan tanggal 10 Juni untuk jurusan-jurusan lain. Semua berkas harus lengkap agar pendaftaran ulang sah,” tambahnya.

Menurut Erwin, keberadaan konsep Sekolah Maung ini secara tidak langsung memisahkan sekolah unggulan dengan sekolah umum. Salah satu dampak positifnya, praktik titip-menitip siswa yang sering terjadi di masa lalu kini tidak ada lagi, sejalan dengan arahan dari pemerintah provinsi.

Baca juga: Pendaftar Sekolah Maung SMAN 1 Banjar Melebihi Kuota, Jalur Akademik Paling Diminati

“Memang sejak dulu sekolah ini jadi incaran banyak orang. Nah, dengan status Sekolah Maung ini, kami merasa lebih lega karena semuanya murni berdasarkan hasil seleksi, tidak ada intervensi dari pihak luar,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait sistem pembelajarannya, pihak sekolah masih menunggu panduan resmi lebih lanjut. Jika belum ada aturan khusus, maka proses belajar mengajar nantinya akan tetap menggunakan kurikulum nasional yang berlaku seperti sekolah pada umumnya.

“Kalau belum ada petunjuk teknis baru, ya kami jalankan seperti biasa dulu. Nanti jika ada ketentuan khusus untuk Sekolah Maung, kami baru sesuaikan langkahnya,” pungkas Erwin. (Juhaeri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |