Duka Mendalam Orang Tua Endut Kuswara, Korban Jatuh dari Tower di Kota Banjar

3 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Suasana duka masih menyelimuti kediaman Hanan, seorang pria paruh baya warga lingkungan Panatasan, RT 03 RW 19, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Putranya bernama Endut Kuswara (46) atau yang akrab disapa Pak Ndut, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja tragis terjatuh dari sebuah tower.

Baca juga: Pasca Insiden Maut Tewaskan 2 Pekerja, Sisa Material Tower Triangle di Halaman BPKPD Kota Banjar Dievakuasi

Ditemui di rumahnya yang sederhana, Hanan didampingi istrinya tampak masih terpukul atas kepergian anaknya yang mendadak. Namun, ia berusaha tegar menceritakan detik-detik saat dirinya menerima kabar memilukan tersebut.

Tragedi Meninggalnya Endut Kuswara

Hanan mengatakan, bahwa sekitar pukul 09.00 WIB, ia baru saja kembali dari tempat pemakaman umum. Belum sempat melepas lelah setelah membersihkan diri dan mandi, tiba-tiba salah satu putrinya datang membawa kabar mengejutkan. “Bapak, Bapak, katanya si Ndut jatuh dari tower,” katanya saat menceritakan usai mendapat kabar, Senin (6/7/2026).

Mendengar kabar tersebut, Hanan mengaku sempat terkejut dan heran. Pasalnya, anaknya selama ini diketahui tidak memiliki riwayat pekerjaan di bidang menara atau bangunan tinggi. “Diajak sama temannya katanya. Padahal biasanya tidak pernah memanjat tower atau bekerja di bangunan,” tambahnya.

Hanan juga menyebutkan bahwa sebelum berangkat kerja pada hari kejadian, almarhum tidak sempat berpamitan secara kepada orang tuanya.

Selama hidupnya, almarhum tinggal bersama kedua orang tuanya. Di mata orang tua, almarhum adalah sosok anak yang rajin dan mandiri. Ia sering bekerja serabutan demi menyambung hidup, mulai dari menerima pesanan bambu, memetik kelapa, hingga berkebun.

Baca juga: Bukan Lagi Milik Pemkot, BPKPD Banjar Ungkap Status Tower Triangle yang Tewaskan Dua Pekerja

Tak hanya rajin bekerja, almarhum juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya. Hanan menuturkan bahwa anaknya merupakan anggota pelindung masyarakat (Linmas) setempat yang sering membantu warga.

Lebih lanjut, Hanan sendiri sebenarnya menaruh harapan besar agar sang anak bisa kembali membina rumah tangga setelah dua kali mengalami kegagalan pernikahan.

Ia berharap ada keturunan yang kelak bisa merawat mereka di masa tua. Namun takdir berkata lain, kecelakaan di tower tersebut memupus harapannya.

Sementara itu, terkait dengan kelanjutan musibah ini, ia mengonfirmasi bahwa pihak pemberi kerja, telah mendatangi rumah duka sebagai bentuk iktikad baik. Pihak pemberi kerja berencana akan memberikan uang duka sebesar Rp 2.000.000 kepada keluarga korban.

Ia menyebut, keluarga besar pun menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah. “Keluarga sudah ikhlas, dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Hanan. (Sandi/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |