Film Petaka Gunung Welirang Angkat Misteri Alas Lali Jiwo ke Layar Lebar

10 hours ago 14

Film Petaka Gunung Welirang resmi hadir di bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026 dengan membawa kisah horor pendakian yang terinspirasi dari pengalaman nyata. Film horor berdurasi 1 jam 45 menit ini mengajak penonton mengikuti perjalanan lima sahabat yang berniat merayakan kelulusan melalui pendakian Gunung Welirang. Perjalanan yang semula penuh tawa berubah menjadi mimpi buruk saat mereka memasuki kawasan mistis Alas Lali Jiwo.

Baca Juga: Film Harusnya Horor Siap Tayang Agustus 2026, Debut Reza Arap Jadi Sutradara

Sinopsis Film Petaka Gunung Welirang

Cerita berawal dari lima sahabat, yaitu Arga, Naya, Satria, Noval, dan Tita. Mereka memilih mendaki Gunung Welirang sebagai bentuk perayaan setelah menyelesaikan masa kuliah. Semua berjalan lancar hingga rombongan memasuki hutan Alas Lali Jiwo yang terkenal penuh misteri.

Suara gamelan samar mulai terdengar dari kejauhan. Langkah kaki tanpa wujud lalu mengikuti perjalanan mereka sepanjang jalur pendakian. Bayangan hitam, bisikan asing, dan jalur yang tiba-tiba menghilang membuat situasi berubah semakin mencekam.

Kisah tersebut berasal dari pengalaman dan buah pemikiran Maya Azka, seorang vlogger pecinta kegiatan hiking. Maya mengaku sering mengalami mimpi berulang tentang tragedi menyeramkan di Gunung Welirang. Pengalaman itulah yang kemudian berkembang menjadi cerita film bersama penulis skenario Upi Avianto.

Fakta Produksi, Sutradara, dan Lokasi Syuting

Film Petaka Gunung Welirang berada di bawah arahan sutradara Indra Gunawan. Sosok yang selama ini banyak menghasilkan film drama tersebut menghadirkan nuansa berbeda melalui horor pendakian yang lebih emosional.

Film ini diproduseri Chand Parwez Servia bersama rumah produksi Kharisma Starvision Plus. Genre horor tetap menjadi sajian utama, tetapi konflik persahabatan mendapat porsi yang cukup besar sepanjang cerita.

Proses pengambilan gambar berlangsung di beberapa lokasi wisata Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kru memilih kawasan Gunung Welirang, Air Terjun Putuk Truno, dan Jendela Langit agar suasana pendakian terasa lebih autentik. Dukungan juga datang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan serta masyarakat setempat selama proses produksi berlangsung.

Keindahan alam Pasuruan tampil kuat pada banyak adegan. Visual pegunungan, hutan, dan kabut berhasil memperkuat atmosfer horor tanpa mengurangi pesona alam yang menjadi latar utama cerita.

Baca Juga: Film Tanah Sengketa, Horor Misteri yang Angkat Konflik Pertanahan dan Rahasia Kelam Desa

Daftar Pemeran dan Soundtrack Film

Film Petaka Gunung Welirang menghadirkan deretan aktor muda yang sudah cukup dikenal penonton Indonesia. Chemistry antar pemain menjadi salah satu kekuatan utama sepanjang film. Berikut daftar pemerannya:

  • Giulio Parengkuan jadi Arga
  • Antonio Blanco Jr jadi Satria
  • Alika Jantina jadi Naya
  • Razan Zu jadi Noval

Review Film Setelah Tayang

Film Petaka Gunung Welirang memang memakai formula horor pendakian yang cukup akrab bagi pecinta film Indonesia. Lima sahabat memasuki kawasan terlarang lalu menghadapi teror gaib menjadi premis yang sudah sering muncul.

Namun, penyajian cerita terasa lebih segar karena fokus tidak hanya mengandalkan jumpscare. Hubungan persahabatan, rasa bersalah, hingga perjuangan bertahan hidup mendapat ruang yang lebih besar sehingga emosi penonton ikut terbangun.

Konflik antara Arga, Satria, dan Naya menjadi bagian paling menarik sepanjang cerita. Sayangnya, karakter Noval dan Tita belum memperoleh pengembangan yang sama kuat sehingga beberapa adegan terasa kurang maksimal.

Sosok Putri Welirang sebenarnya menyimpan potensi besar untuk memperluas mitologi cerita. Kemunculannya yang singkat membuat misteri tersebut belum tergali secara maksimal hingga akhir film.

Secara keseluruhan, film ini berhasil menawarkan pengalaman horor yang lebih emosional. Rating 7,5 dari 10 terasa cukup pantas melihat keseimbangan antara drama, misteri, dan ketegangan yang hadir selama 105 menit penayangan.

Antusiasme Penonton dan Kesuksesan Hari Pertama

Sejak tayang pada 2 Juli 2026, Petaka Gunung Welirang langsung memperoleh sambutan hangat dari pecinta film horor Indonesia. Antrean penonton terlihat memenuhi sejumlah bioskop pada akhir pekan pertama penayangan.

Melalui akun Instagram @petakagunungwelirang, tercatat film adaptasi dari buah pemikiran Maya Azka tersebut berhasil meraih 92.166 penonton pada hari pertama penayangannya di bioskop. Angka itu menunjukkan bahwa tema horor pendakian masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi penonton Indonesia.

Kesuksesan awal tersebut juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan. Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan dukungan terhadap film ini sebagai media promosi wisata daerah. Menurutnya, kehadiran Gunung Welirang, Air Terjun Putuk Truno, dan kawasan Alas Lali Jiwo dalam film mampu memperkenalkan potensi wisata lokal kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Film Cerita Lila, Horor Emosional tentang Misteri Saudara Kembar

Bagi pecinta horor lokal, film Petaka Gunung Welirang menawarkan kombinasi cerita mistis, drama persahabatan, visual alam yang memikat, hingga mitologi Alas Lali Jiwo melegenda. Semua elemen tersebut membuat film Petaka Gunung Welirang layak masuk daftar tontonan bagi penikmat horor Indonesia pada tahun 2026. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |