Fakta burung tutuk geluk sangat menarik untuk kita bahas. Bagaimana tidak, sederet fakta menyebutkan tutuk geluk sebagai jenis burung unik. Hewan dari keluarga Corvidae ini bahkan terkenal berkat kepintaran dan kemampuan yang luar biasa.
Baca Juga: Burung Nuri Tidak Mau Makan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Khususnya dalam menyimpan makanan serta membantu kelestarian hutan. Tak heran jika banyak pengamat burung maupun pecinta alam terpesona oleh perilaku serta karakteristik tutuk geluk.
Fakta Burung Tutuk Geluk yang Jarang Orang Tahu
Tutuk geluk (Nucifraga) merupakan genus dari 3 spesies burung pengicau dalam keluarga Corvidae. Mereka berkerabat dekat dengan jalak-murai serta gagak. Genus Nucifraga sendiri pertama kali teridentifikasi oleh Mathurin Jacques Brisson pada 1760.
Mathurin Jacques Brisson adalah ahli zoologi Perancis yang memaparkan spesies tipe tutuk geluk totol (Nucifraga caryocatactes). Nama genusnya berasal dari terjemahan Neo-Latin yakni bahasa Jerman “Nussbrecher” artinya “pemecah kacang”.
Awalnya, data terkait tutuk geluk hanya memuat dua spesies, meliputi Clark di Amerika dan jenis totol di Eropa dan Asia. Namun, penelitian lebih lanjut mengidentifikasi dua spesies tambahan. Kedua spesies baru tersebut adalah Kasymir dan tutuk geluk Selatan. Masing-masing mempunyai area penyebaran spesifik di kawasan Himalaya serta Tiongkok.
Jika mengamati fisiknya, burung ini memiliki ciri khas berupa paruh kuat sekaligus tajam. Sehingga sangat berguna untuk memecah biji-bijian keras. Ukuran tubuhnya sedang, dengan panjang sekitar 25–36 cm.
Ekornya relatif panjang untuk membantu keseimbangan saat memanjat pohon. Bulu tutuk geluk sendiri umumnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan totol putih pada sayap. Sedangkan bagian ekor dan kepala cenderung gelap.
Sementara mata burung ini tajam, menunjang perilaku cerdasnya dalam mencari maupun mengintai musuh. Kakinya pun kuat dengan cakar yang mampu mencengkeram cabang pohon secara mantap. Keunikan tutuk geluk tentu tidak berhenti pada fisiknya. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang burung tutuk geluk.
1. Pemakan Kacang Pohon
Burung unik ini sangat bergantung pada biji-bijian dari pohon tusam (Pinus). Mereka menyukai biji dari berbagai jenis tusam. Terutama tusam putih (Pinus subgenus Strobus) yang tumbuh di daerah bersuhu dingin atau dataran tinggi.
Sedangkan di daerah yang minim pohon tusam, burung tutuk geluk juga memakan biji dari pohon separ (Picea) dan bunduk (Corylus). Paruh mereka yang kuat menjadi alat khusus untuk mengekstraksi biji-biji keras dari dalam pohon. Ini membuat mereka sangat efisien dalam mencari makanan.
2. Ahli Menyimpan Bahan Makanan
Salah satu kemampuan paling terkenal dari tutuk geluk adalah menyimpan biji untuk masa depan. Mereka mampu menyembunyikan biji sejauh 32 kilometer dari pohon induk.
Ini sekitar delapan kali lebih jauh daripada burung sejenis seperti celung atau gagak. Kemampuan tersebut memastikan pasokan makanan tetap tersedia saat musim dingin atau ketika sumber biji-bijian sedang langka.
3. Cerdas dalam Membantu Reboisasi
Menariknya, perilaku menyimpan biji ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Biji yang tidak sengaja tersebar saat mereka bawa ke lokasi lain akan tumbuh menjadi pohon baru. Sehingga fakta burung tutuk geluk terkait kemampuannya dalam membantu reboisasi bukan isapan jempol belaka.
Baca Juga: Fakta Burung Merpati Spinifex Modis Mengagumkan
Mereka berperan penting dalam regenerasi hutan. Terutama area yang rusak akibat kebakaran hutan atau penebangan. Dalam satu musim, tutuk geluk mampu menyimpan hingga 30.000 biji tusam. Di sisi lain, sekitar 70% simpanan berhasil tumbuh kembali.
4. Pemakan Serangga dan Bangkai
Meski kebanyakan makan biji, tutuk geluk juga bersifat omnivora. Mereka dapat memakan berbagai serangga. Termasuk larva lebah dan tawon, telur serta anak burung, bahkan bangkai jika ada kesempatan. Fleksibilitas makanan ini ternyata membantu mereka bertahan hidup di berbagai habitat yang menantang.
5. Berkembang Biak Lebih Cepat
Terakhir yang tak kalah menarik yaitu tutuk geluk memiliki strategi unik dalam reproduksi. Mereka memulai musim kawin ketika salju masih menutupi tanah. Ini memungkinkan tutuk geluk berkembang biak lebih awal.
Alasan paling kuat karena pasokan kacang yang tersimpan selama musim dingin cukup untuk memberi makan anak-anak mereka. Dengan cara ini, peluang bertahan hidup para keturunannya menjadi lebih tinggi. Terutama kita bandingkan burung lain yang menunggu musim semi.
Baca Juga: Mengintip Fungsi Ekor Burung Merak yang Penuh Pesona
Itulah deretan fakta burung tutuk geluk. Fakta-fakta unik tentang tutuk geluk membuatnya menjadi salah satu spesies burung yang paling menakjubkan. Dari kemampuannya menyimpan biji hingga membantu reboisasi alami, mereka menunjukkan perilaku sederhana dapat memiliki dampak ekologis yang besar. (R10/HR-Online)

15 hours ago
5

















































