harapanrakyat.com,- Berbagai pelajaran sejarah Islam berharga dapat kita temukan dalam kisah Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud. Peristiwa menakjubkan masa lampau ini diperkirakan terjadi di Kota Urfa daerah Mesopotamia Kuno. Selanjutnya, penguasa zalim Babilonia tersebut sangat murka karena sang rasul berani menghancurkan puluhan berhala.
Baca juga: Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Harus Korbankan Ismail
Pada waktu itu, utusan Allah yang masih berusia belasan tahun ini menolak menyembah patung. Bahkan, iblis ikut campur tangan mengajarkan pembuatan alat pelontar manjanik kepada penduduk negeri tersebut. Akibatnya, pemuda saleh ini diikat dan dilemparkan ke dalam lautan api yang sangat panas.
Fakta Menakjubkan Seputar Kisah Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup
Meskipun demikian, kisah heroik Nabi Ibrahim saat dibakar ini justru menunjukkan kebesaran kuasa Tuhan. Sang pencipta secara langsung memerintahkan kobaran api raksasa tersebut untuk segera menjadi sangat dingin. Kemudian, keajaiban ini otomatis menyelamatkan nyawa hamba pilihan tersebut tanpa adanya luka sedikit pun.
Sementara itu, sang utusan mulia sama sekali tidak merasa gentar menghadapi hukuman mati tersebut. Beliau menyerahkan seluruh nasibnya kepada Allah dengan tulus tanpa mengharapkan bantuan dari manusia lain. Pendek kata, tawakal mutlak inilah yang membuat api gagal menghanguskan jasad manusia suci tersebut.
Baca juga: Hikmah Idul Adha yang Dipetik dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim
Di samping itu, catatan sejarah menyebutkan bahwa sang nabi mengamalkan sebuah doa perlindungan khusus. Beliau mengucapkan kalimat penyerahan diri yang berarti cukuplah Allah sebagai sebaik-baik penolong bagi umatnya. Oleh karenanya, ketenangan batin yang luar biasa langsung menguasai jiwa sang rasul saat itu.
Lebih lanjut, peristiwa penyiksaan ini disaksikan langsung oleh ribuan penduduk yang memadati area lapangan. Mereka sengaja mengumpulkan banyak kayu bakar karena menganggap tindakan itu sebagai bakti kepada berhala. Sebaliknya, harapan mereka untuk melihat kehancuran sang penyebar kebenaran langsung musnah seketika di sana.
Hikmah Mendalam dari Peristiwa Ujian Keimanan Tersebut
Kemudian, perlindungan ilahi ini menjadi titik balik penting bagi penyebaran ajaran tauhid di Babilonia. Banyak masyarakat mulai meragukan kekuatan berhala setelah menyaksikan kegagalan penguasa negeri mereka secara langsung. Sebagai hasilnya, keajaiban ini sukses membuka mata hati sebagian penduduk untuk mencari Tuhan sejati.
Sejalan dengan itu, Siti Sarah yang kelak menjadi istri beliau turut menyaksikan mukjizat ini. Perempuan mulia tersebut semakin termotivasi untuk terus mendukung dakwah tauhid meski berada di bawah tekanan. Pastinya, perjuangan menyebarkan kebenaran memang selalu membutuhkan pengorbanan serta keberanian yang sangat luar biasa besar.
Baca juga: Menelusuri Garis Keturunan dan Kisah Kakek Nabi Ibrahim AS
Walaupun demikian, tidak semua penduduk Babilonia bersedia menerima ajaran kebenaran setelah melihat peristiwa itu. Namrud beserta pengikut setianya tetap bersikap sombong dan menolak mengakui keesaan Sang Pencipta Semesta. Hal ini menjadi pelajaran bahwa hidayah murni merupakan hak prerogatif Tuhan bagi hamba pilihan.
Kisah Nabi Ibrahim dibakar ini merupakan simbol kemenangan iman atas kekejaman penguasa yang zalim. Ujian seberat apa pun pasti bisa dilewati jika kita memiliki keteguhan hati yang bersih. Kisah nabi ini akan selalu menginspirasi umat Islam sepanjang masa kehidupan dunia. (Muhafid/R6/HR-Online)

16 hours ago
9

















































