Faringitis akut ICD 10 merupakan kondisi peradangan pada faring atau bagian belakang tenggorokan. Gangguan tenggorokan ini seringkali memicu rasa nyeri. Kondisi tersebut dapat muncul secara mendadak dan umumnya menjadi penyebab sakit tenggorokan yang banyak orang rasakan. Peradangan ini terjadi akibat infeksi virus, tetapi pemicu lainnya bisa dari bakteri lain yang lebih serius.
Faringitis Akut ICD 10 Masuk dalam Klasifikasi Penyakit Internasional
Dalam dunia medis, faringitis akut masuk dalam sistem klasifikasi penyakit internasional. Penyakit ini terkenal dengan nama ICD-10. Sistem kode tersebut berguna untuk mengelompokkan dan mencatat diagnosis secara standar. Tentunya di fasilitas kesehatan, asuransi, maupun penelitian epidemiologi. Tujuan penggunaan kode ICD-10 ialah untuk meningkatkan keakuratan pelaporan kasus.
Selain itu juga membantu memudahkan pemantauan pola penyakit, serta mendukung proses klaim layanan kesehatan. Kode tersebut membantu tenaga medis dan administrasi dalam mencatat penyakit secara konsisten.
Gejala Klinis yang Muncul
Terdapat beberapa gejala khas munculnya Faringitis akut ICD 10 yang cukup mudah dikenali. Rasa sakit di tenggorokan menjadi salah satu tanda utama dan sering kali memburuk saat menelan makanan atau minuman.
Selain sakit tenggorokan, muncul pula gejala lain seperti demam ringan hingga tinggi, suara menjadi serak, serta adanya pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Batuk, pilek, dan rasa tidak nyaman di kepala maupun otot juga sering menyertai kondisi ini. Terutama ketika penyebabnya adalah virus.
Terlebih pada anak-anak yang terkena gangguan tenggorokan ini terkadang menunjukkan gejala tambahan seperti sakit perut, mual, bahkan muntah. Jika tanda-tanda yang muncul semakin parah, seperti kesulitan bernapas atau ruam kulit, hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa kondisinya perlu penanganan medis lebih lanjut.
Penyebab Faringitis Akut
Penyebab paling umum faringitis akut adalah infeksi virus. Beberapa virus yang sering memicu kondisi ini antara lain rhinovirus, adenovirus, virus influenza, virus parainfluenza, Epstein-Barr virus (EBV) sebagai penyebab mononukleosis, serta coronavirus. Faringitis akibat virus umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan faringitis akut. Bakteri yang paling sering kita temukan adalah Streptococcus pyogenes, yang terkenal sebagai penyebab radang tenggorokan streptokokus atau strep throat. Infeksi bakteri lain yang lebih jarang meliputi Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri dan Neisseria gonorrhoeae yang berkaitan dengan gonore.
Di luar faktor infeksi, faringitis akut ICD 10 juga bisa terjadi akibat penyebab non-infeksi, seperti reaksi alergi, iritasi akibat polusi udara, debu, bahan kimia, serta paparan asap rokok. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan peradangan pada faring meskipun tanpa adanya infeksi mikroorganisme.
Klasifikasi ICD-10 Faringitis Akut
ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, 10th Revision) merupakan sistem klasifikasi internasional yang digunakan untuk mengodekan berbagai diagnosis penyakit secara standar. Sistem ini sangat penting dalam dunia medis karena memudahkan pencatatan data kesehatan, analisis statistik, pemantauan epidemiologi, serta pengelolaan klaim asuransi dan administrasi rumah sakit.
Dalam kasus faringitis akut, ICD-10 menyediakan beberapa kode yang dibedakan berdasarkan penyebab infeksinya. Kode J02.0 berfungsi untuk faringitis yang terjadi karena infeksi streptokokus, yang umumnya memerlukan terapi antibiotik. Selanjutnya, J02.8 untuk faringitis akut akibat organisme tertentu lainnya selain streptokokus.
Sementara itu, J02.9 digunakan bila penyebab faringitis akut tidak dapat ditentukan secara spesifik atau belum teridentifikasi. Penggunaan kode ICD-10 yang tepat membantu tenaga medis dalam menentukan diagnosis yang akurat, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memastikan proses pelaporan dan klaim berjalan dengan lancar.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Diagnosis faringitis akut ICD 10 biasanya dengan pemeriksaan fisik oleh tenaga medis. Pemeriksaan ini mencakup diagnosis langsung kondisi tenggorokan untuk melihat tanda-tanda peradangan, kemerahan, atau pembengkakan.
Kemudian, untuk menentukan apakah penyebab infeksi karena bakteri seperti Streptococcus pyogenes, maka dokter akan melakukan rapid strep test atau kultur tenggorokan. Tes cepat ini memberikan hasil dalam hitungan menit. Sementara itu, kultur membutuhkan waktu lebih lama, yakni 24-48 jam.
Selanjutnya, hasil pemeriksaan ini membantu dokter untuk memilih terapi yang tepat. Jika penyebabnya adalah virus, maka fokus penanganannya lebih condong ke meredakan gejala. Namun apabila bakteri terdeteksi, penggunaan antibiotik akan dokter pilih sesuai dengan jenis infeksinya.
Memahami faringitis akut ICD 10 beserta gejala mampu membantu tenaga medis serta sistem kesehatan mencatat diagnosis dengan akurat. Pengetahuan tentang tentang gangguan tenggorokan faringitis akut ICD 10 ini juga mendukung penanganan klinis yang tepat bahkan pelaporan epidemiologi yang konsisten di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Apabila mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. (R10/HR-Online)

12 hours ago
5

















































