harapanrakyat.com,- Aksi demonstrasi dan audiensi yang digelar Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Tasikmalaya di Bale Kota pada Selasa (2/6/2026), menyisakan kekecewaan. Harapan warga untuk mengadukan langsung dugaan keberadaan perusahaan transportasi ilegal di kawasan Jalan SL. Tobing pupus lantaran absennya pucuk pimpinan daerah.
Ketua Umum GIBAS Resort Kota Tasikmalaya, Agus Ridwan, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai kepala daerah seolah sengaja menutup diri dan enggan bertatap muka langsung dengan rakyatnya yang sedang berjuang menuntut keadilan.
Baca juga: Ormas Geruduk Bale Kota Tasikmalaya, Desak Penutupan Garasi Mobil Kontainer Ilegal di Jl SL Tobing
”Jangankan saat ada kegiatan naik haji, Wali Kota itu saat ada di Tasikmalaya juga selalu menghindar dan lari dari kenyataan. Kalau ada yang aksi atau audiensi, Wali Kota sangat jarang menemui. Padahal aksi hari ini kami ingin menyampaikan laporan perusahaan transportasi ilegal yang ada di Kota Tasikmalaya,” tegas Agus.
Gibas Kecewa Tidak Ditemui Wali Kota saat Demo
Kekecewaan Agus kian berlipat karena Wakil Wali Kota Tasikmalaya juga ikut-ikutan absen dalam audiensi tersebut. Sikap ini dinilai ironis, mengingat jajaran eksekutif selalu menggaungkan komitmen untuk menjaga kondusifitas kota. Namun, mereka justru enggan hadir saat masyarakat membutuhkan ruang dialog penegakan hukum.
”Kepala daerah seolah selalu menghindar saat ada yang melaksanakan aksi dan audiensi,” tambah Agus menyayangkan sikap acuh para elite birokrasi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, absennya kedua pemimpin tersebut dikarenakan kesibukan masing-masing. Wali Kota Tasikmalaya diketahui sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci. Sementara Wakil Wali Kota diklaim sedang mempunyai agenda kedinasan lain yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga delegasi audiensi terpaksa dialihkan.
Baca juga: PMII Beri Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Bupati Tasikmalaya, Soroti Utang hingga Aset Mangkrak
Kendati demikian, bagi GIBAS alasan tersebut terasa klasik. Oleh karena itu, Agus berharap ke depan ada perubahan paradigma kepemimpinan di Kota Tasikmalaya. Dialog vertikal antara penguasa dan rakyat harus menjadi prioritas.
“Kami berharap ke depan, siapapun yang melaksanakan aksi demonstrasi, audiensi, atau diskusi masalah persoalan Kota Tasikmalaya, kepala daerah bisa hadir dan duduk bersama mencari solusi,” pungkasnya. (Rafi/R6/HRR-Online)

3 hours ago
5

















































