Heboh Ledakan Keras di Dadaha Tasikmalaya, Polisi Duga Berasal dari Bom Rakitan

1 month ago 76

harapanrakyat.com,- Kericuhan antar pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berujung pada insiden ledakan keras yang diduga berasal dari bom rakitan. Pasca kejadian tersebut, tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama aparat kepolisian setempat langsung bergerak cepat menggeledah sebuah rumah kontrakan milik salah satu pedagang dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga bahan peledak.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam (11/7/2026), ketika terjadi perselisihan hebat antara pedagang jagung dan pedagang tahu gejrot di kawasan Dadaha. Di tengah ketegangan tersebut, seorang pria berinisial AAS yang merupakan kerabat dari pedagang jagung, datang ke lokasi.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Lantik 3 Kepala OPD, Minta Fokus Dukung Proyek Strategis Nasional

Saat warga dan pedagang lain berusaha melerai percekcokan, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang bersumber dari arah belakang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Andi Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah ledakan terjadi.

“Kami langsung ke lokasi untuk sterilisasi dan olah TKP. Tiga orang saat ini sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Alhamdulillah, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ungkapnya, Minggu (12/7/2026).

Polisi Menduga Ledakan di Dadaha Tasikmalaya Berasal dari Bom Rakitan

Meski belum bisa memastikan jenisnya, polisi menduga sumber ledakan berasal dari bom rakitan.

Penyelidikan kemudian berkembang ke sebuah rumah kontrakan di kawasan Cilembang, Tasikmalaya, yang dihuni oleh AAS. Tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan mendalam di rumah tersebut.

Ketua RT setempat, Ade Mumu, yang menyaksikan proses penggeledahan, mengungkapkan bahwa AAS dikenal sebagai pribadi yang cukup tertutup oleh warga sekitar. AAS mengaku hanya mengontrak sementara waktu sembari menunggu proses pembangunan rumah pribadinya di sebuah perumahan selesai.

“Dia (AAS) memang jarang mengobrol dan cenderung tertutup. Pulang ke sini hanya setelah selesai jualan. Dari penggeledahan tadi, ada sekitar 13 item barang yang diamankan petugas. Yang saya tahu pasti itu ada senapan angin dan pisau belati,” kata Ade.

Baca Juga: Petani Tamansari Kota Tasikmalaya Disarankan Alih Pola Tanam Saat Musim Kemarau

Selain senjata tajam dan senapan angin, petugas diduga juga menyita sejumlah barang bukti lainnya. Barang bukti tersebut menguatkan dugaan adanya perakitan bom, termasuk rangkaian baterai dan kabel-kabel. Hingga saat ini, ketiga orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian. Petugas berusaha mengungkap motif di balik kepemilikan bahan peledak dan insiden ledakan tersebut. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |