Kota Surakarta kini tidak hanya memikat lewat keagungan keraton dan batik Laweyan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi destinasi utama bagi para pecinta kopi. Buat Anda yang ingin merasakan perpaduan antara tradisi dan inovasi, mari jelajahi surga kopi di Solo yang menawarkan pengalaman “ngopi”. Mulai dari aroma biji kopi lokal hasil UMKM hingga konsep kedai modern yang estetik.
Bagi penikmat kopi yang mencari nilai historis, Toko Kopi Podjok di kawasan Pasar Gede adalah pemberhentian wajib. Eksis sejak tahun 1947, toko ini didirikan oleh Liem A Meen dan kini dikelola oleh generasi ketiga.
Keunikan tempat ini terletak pada koleksi biji kopinya yang sangat lengkap. Mulai dari varian Nusantara seperti Gayo, Toraja, dan Mandailing, hingga beans impor dari Brazil dan Kolombia. Salah satu ikonnya adalah merek “Tjap Angkring” yang menjadi representasi awal rintisan usaha keluarga ini.
Baca Juga: Jabarano Coffee, Langkah Baru Ridwan Kamil di Dunia Bisnis Kopi
Bergerak ke arah modernisasi, Solo memiliki deretan roastery berkualitas tinggi. Koeslan Coffee Company di Laweyan menjadi salah satu favorit karena mengusung konsep open bar. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kopi dan roasting.
Selain itu, bagi pemula yang ingin belajar teknik penyeduhan, Gaharu Coffee menyediakan edukasi mengenai dunia kopi. Sementara Rustic Coffee menawarkan keahlian dalam meracik house blend unik seperti Creme Brulee yang aromatik.
Solo juga menyimpan banyak “harta karun” tersembunyi bagi penikmat suasana tenang. Toko Kopi Berseri di lantai 2 Pasar Ngarsopuro dengan varian Arabika Lintong yang creamy.
Baca Juga: Ngopi Unik di Cafe Perang Candu Tasikmalaya, Gelasnya Bisa Langsung Dimakan!
Kemudian, ada Harso Coffee yang menawarkan sensasi ngopi ala pinggir jalan di kawasan Laweyan. Atau Loske Coffee Service dekat Pura Mangkunegaran dengan perpaduan desain vintage dan modern. Selain itu, Sekutu Kopi menjadi pelopor kopi susu botol dengan menu unik seperti Karo Milky Melon.
Kekuatan Kopi Lokal dan Dukungan UMKM
Eksistensi kopi di Solo juga didorong oleh produktivitas UMKM lokal yang memanfaatkan biji kopi dari lereng pegunungan sekitar, seperti Lawu dan Merapi.
Karakter tanah vulkanik memberikan rasa yang kuat dengan sentuhan coklat dan buah-buahan. Selain kualitasnya yang mampu bersaing dengan merek global, kopi lokal ini menawarkan harga yang sangat kompetitif karena rantai distribusi yang lebih pendek.
Baca Juga: The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya, Kedai Kopi Pegadaian
Dengan semakin banyaknya pilihan dari kedai murah berkualitas seperti Toko Kopi Jaya hingga kafe estetik seperti Blue Bake dan Hippusuta, Solo benar-benar memanjakan lidah setiap kalangan.
Jika Anda seorang kolektor biji kopi maupun pencari tempat ngopi yang nyaman, segera jelajahi surga kopi di Solo. Karena kota ini memiliki segalanya untuk memenuhi kebutuhan kafein Anda. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

18 hours ago
9

















































