Kemendag Ungkap Alasan Harga Minyakita di Pasar Melebihi HET

13 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan penjelasan terkait kondisi harga Minyakita di pasar yang saat ini terpantau masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Meskipun pemerintah telah menetapkan batas harga, rata-rata harga pasar saat ini masih menyentuh angka Rp 16 ribuan per liter.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, berdasarkan hasil monitoring terbaru, terdapat selisih antara harga di lapangan dengan ketentuan pemerintah.

“Saat ini, HET resmi untuk Minyakita dipatok sebesar Rp 15.700 per liter. Namun, fakta di pasar menemukan harga rata-rata masih berada di kisaran Rp 16 ribuan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: HET Minyakita Tetap Rp15.700, Pemerintah Fokus Perkuat Distribusi dan Stok di Pasar Rakyat

Kemendag Pantau Pergerakan Harga Minyakita di Pasar

Guna menekan harga dan menjaga stabilitas pasokan, Kemendag terus memperketat pengawasan jalur distribusi. Merujuk pada Permendag Nomor 43 Tahun 2025, pemerintah mewajibkan setidaknya 35 persen penyaluran minyak goreng rakyat dilakukan melalui BUMN Pangan.

Kabar baiknya, realisasi penyaluran melalui BUMN Pangan saat ini telah melampaui target, yakni mencapai 51 persen. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan stok Minyakita di pasar rakyat. Sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

Dyah Roro menjelaskan, isu harga Minyakita di pasar yang melebihi HET menjadi poin krusial dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi. Kemendag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memelototi pergerakan harga secara real-time.

Baca Juga: HET MinyaKita Bakal Naik, Mendag Budi Santoso Tunggu Harga CPO Stabil

Proses pengawasan ini tidak hanya Kemendag, tetapi melibatkan sinergi dengan berbagai instansi, antara lain Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Antisipasi Inflasi di Wilayah Terdampak Bencana

Selain fokus pada harga rata-rata nasional, Kemendag juga mewaspadai potensi lonjakan inflasi di daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana.

Baca Juga: Harga Minyakita di Pasaran Naik Tipis Akibat Bahan Baku Plastik Langka, Mendag Jamin Stok Aman

Terganggunya alur distribusi barang (flow of goods) di wilayah tersebut berisiko memicu kenaikan harga komoditas pokok.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah tengah mengoordinasikan program revitalisasi pasar rakyat. Tujuannya agar pasar-pasar di daerah tetap berfungsi optimal sebagai pusat perdagangan dan penyaluran barang. Sehingga kebutuhan masyarakat di lokasi bencana tidak terganggu. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |