Penemuan Mengejutkan Enam Tanah Longsor Pluto oleh Wahana New Horizons

4 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Peristiwa tanah longsor Pluto baru-baru ini berhasil terkonfirmasi berkat analisis mendalam terhadap data pesawat antariksa New Horizons. Penemuan luar biasa ini menambah daftar panjang fenomena geologis yang terjadi dalam bidang astronomi dunia. Sebelumnya para ilmuwan sama sekali belum pernah mendeteksi keberadaan pergerakan massa material pada permukaan planet kerdil sedingin itu.

Baca juga: Rencana Kontroversial Peluncuran Satelit Reflect Orbital ke Luar Angkasa

Wahana antariksa milik badan antariksa Amerika Serikat tersebut melintasi planet kerdil ini pada bulan Juli tahun 2015 silam. Kemudian, kamera beresolusi tinggi merekam gambar permukaan dengan tingkat ketajaman mencapai 300 meter per piksel. Resolusi gambar setajam itu sangat membantu peneliti untuk mengidentifikasi bekas luka berbentuk bulan sabit pada dinding kawah.

Karakteristik Unik Tanah yang Mengalami Longsor di Kawah Pluto

Tim peneliti internasional menemukan enam titik tanah yang longsor di sekitar dataran luas bernama Pluto Sputnik Planitia. Semua fitur geologis tersebut terletak tepat pada bagian tepi dinding bagian dalam beberapa kawah tumbukan meteorit kuno. Bahkan, area runtuhan terbesar tercatat memiliki luas hingga seratus tiga puluh kilometer persegi atau seukuran pulau Manhattan.

Material es dan batuan tersebut meluncur dari ketinggian yang bervariasi antara satu setengah hingga 2,2 kilometer. Selanjutnya, puing-puing material ini bergerak menyebar melintasi daratan secara horizontal hingga sejauh 14,5 kilometer. Jarak luncur yang sangat jauh ini memberikan petunjuk penting mengenai rendahnya tingkat gesekan pada material es tersebut.

Baca juga: Menguak Fakta Penemuan Quasar Kuno Paling Terang di Alam Semesta

Kondisi minim gesekan tersebut kemungkinan besar terjadi karena komposisi permukaan yang sangat berbeda dari lingkungan batuan Bumi. Permukaan planet kerdil ini didominasi oleh campuran es air, nitrogen, metana, serta karbon monoksida yang sangat mudah menguap. Oleh karena itu, bongkahan es raksasa dapat bergerak jauh lebih efisien meskipun tarikan gravitasi di sana sangat lemah.

Dampak Penemuan Runtuhan Material Es Terhadap Ilmu Pengetahuan

Penemuan menakjubkan ini membuktikan bahwa planet kerdil sedingin itu ternyata merupakan sebuah dunia yang sangat aktif secara geologis. Proses ketidakstabilan lereng gravitasi terus membentuk serta mengubah lanskap daratan beku tersebut secara terus menerus sepanjang waktu. Para ahli meyakini bahwa masih banyak runtuhan es lain yang tersembunyi di balik data pengamatan wahana antariksa tersebut.

Analisis lebih mendalam terhadap gambar resolusi bervariasi masih sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi pergerakan massa dalam skala lebih kecil. Ketersediaan data pemetaan topografi saat ini cukup terbatas karena pesawat antariksa hanya melakukan satu kali terbang lintas cepat. Sementara itu, eksplorasi masa depan berpotensi memetakan seluruh lanskap beku tersebut secara lebih komprehensif menggunakan instrumen mutakhir.

Baca juga: Misi Terminal PExT NASA, Jembatan Komunikasi Multi-Jaringan di Luar Angkasa

Keberadaan material volatil di permukaan juga menambah kerumitan dinamika pergerakan massa es raksasa di tata surya bagian luar. Selain itu, peneliti membandingkan pengamatan ini dengan pergerakan material serupa yang pernah ditemukan pada satelit alami terbesarnya. Pengamatan pada satelit Charon memperkuat dugaan bahwa peristiwa runtuhan massa merupakan proses geologis penting di wilayah Sabuk Kuiper.

Eksplorasi luar angkasa akan terus memanfaatkan rekaman data wahana antariksa untuk menyibak misteri evolusi geologis di tata surya. Peneliti di seluruh dunia masih terus menganalisis fenomena alam berupa tanah longsor Pluto dengan metode pengamatan termutakhir. Upaya pemetaan struktur geologis ini menghadirkan laboratorium alami yang berharga untuk mempelajari karakter material beku di gravitasi rendah. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |