Ketua DPRD Ciamis Soroti Penanaman Kelapa Sawit, Minta Dinas Teknis Edukasi Petani

4 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Aktivitas penanaman kelapa sawit yang mulai muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis mendapat sorotan serius dari DPRD setempat. Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, menilai fenomena tersebut berpotensi bertentangan dengan arah kebijakan pertanian daerah dan regulasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang membatasi pengembangan komoditas kelapa sawit.

Baca Juga: Bukan Komoditas Unggulan, DPKP Ciamis Temukan Ratusan Hektare Lahan Ditanami Sawit

Perhatian ini mencuat setelah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis menemukan sekitar 150 hektare lahan. Adapun lahan yang telah mulai ditanami bibit kelapa sawit tersebut milik warga di beberapa kecamatan, di antaranya Rancah dan Tambaksari. Temuan tersebut memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang, baik dari sisi tata ruang, kebijakan pertanian, maupun kelestarian lingkungan.

“Mengenai penanaman kelapa sawit, masyarakat setidaknya harus melihat terlebih dahulu aturan RTRW Ciamis maupun peta jalan pertanian kita. Fokus ini harus dijelaskan oleh dinas teknis kepada para petani, apakah Ciamis fokus perkebunannya ke kelapa sawit atau komoditas lain,” kata Nanang kepada HR Online, Kamis (05/02/2026).

Baca Juga: Selain Ngajak Tanam Jagung, Ketua DPRD Ciamis Beri Pesan Religius Saat Reses di Desa Kawasen

Nanang Permana Peringatkan Dampak Penanaman Kelapa Sawit di Ciamis

Nanang menyebutkan, banyak komoditas unggulan lain yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibanding sawit. Salah satunya adalah pohon kelapa (kelapa dalam/genjah), yang harganya relatif stabil dan multifungsi.

“Penjelasan seperti ini harus dilakukan oleh dinas teknis, baik yang membidangi pertanian maupun lingkungan hidup,” tambahnya.

Selain aspek kebijakan dan ekonomi, Nanang juga mengingatkan adanya risiko lingkungan yang dapat muncul akibat ekspansi perkebunan penanaman kelapa sawit, terutama jika tidak dikelola secara hati-hati. Ia menekankan, bahwa keuntungan ekonomi jangka pendek tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekosistem dan keselamatan masyarakat dalam jangka panjang.

“Jangan sampai pemilik kebun dapat untung, tapi malah mengorbankan masyarakat. Contohnya di daerah lain, banjir bandang terjadi akibat permasalahan lingkungan serius dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit besar-besaran,” tegasnya.

Baca Juga: Reses di Hari Tani Nasional, Ketua DPRD Ciamis Ajak Masyarakat Kalijaya Tanam di Pekarangan untuk Kedaulatan Pangan

Nanang berharap, para pemilik lahan yang sudah terlanjur menanam kelapa sawit agar bersedia berpikir ulang dan beralih ke komoditas unggulan daerah. Ia menegaskan, bahwa sawit bukanlah komoditas prioritas, baik di tingkat Kabupaten Ciamis maupun di Provinsi Jawa Barat. “Semoga dinas teknis bisa memberikan pemahaman mendalam, agar kelapa sawit tidak semakin merambah di lahan-lahan pertanian masyarakat Ciamis,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |