Makam Syekh Bentong menjadi salah satu tujuan wisata religi yang cukup populer di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Makam ini kerap didatangi peziarah yang ingin mengenal lebih dekat tentang Syekh Bentong. Di kalangan masyarakat sekitar, tempatnya juga terkenal sebagai makam keramat dengan nilai spiritual kuat.
Baca Juga: Makam Imogiri Bantul, Peristirahatan Terakhir Para Raja Mataram Islam
Tak heran jika suasana kompleks pemakaman hampir selalu ramai pengunjung. Terutama pada waktu-waktu tertentu seperti malam Jumat. Banyak orang rela datang jauh-jauh dari luar kota untuk tiba di sini. Sementara itu, tujuan kedatangan sangat beragam. Ada yang ingin berdoa, menenangkan diri atau sekedar belajar sejarah.
Napak Tilas Makam Syekh Bentong dan Peran Besarnya dalam Penyebaran Islam
Area pemakaman tersebut tidak dapat terpisahkan dari kisah hidup tokoh yang dimakamkan di dalamnya. Syekh Bentong merupakan seorang ulama yang berasal dari kawasan Indochina. Konon, ia dahulu kala datang ke Nusantara bersama sang ayah, Syekh Quro. Tepatnya pada awal abad ke-15.
Kedatangannya ke Indonesia berlangsung sekitar tahun 1416 M dengan menumpang armada pelayaran Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Setelah tiba di wilayah Cirebon, Syekh Bentong bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Karawang. Tujuan utamanya yakni untuk menyebarkan ajaran Islam.
Dalam berbagai catatan sejarah, Syekh Bentong terkenal memiliki beberapa nama lain. Beberapa diantaranya Musanuddin, Lebe Musa, Syekh Bantiong, Kiyai Bah Tong hingga Tan Go Wat. Konon, ia bersama keluarganya juga masih memiliki garis keturunan yang bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan dakwah Syekh Bentong tidak hanya berlangsung di Jawa Barat. Setelah beberapa waktu menetap di Karawang, ia melanjutkan perjuangan menyebarkan Islam ke wilayah Gresik. Kemudian berlanjut ke berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Di sana, ia berinteraksi dengan para ulama besar dan ikut mendukung perkembangan dakwah di bawah Sunan Ampel.
Nama Syekh Bentong juga memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Demak. Putrinya menikah dengan Prabu Brawijaya V. Keduanya mendapatkan putra bernama Jin Bun atau yang lebih terkenal sebagai Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak. Peran tersebut membuat Syekh Bentong menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Islamisasi Jawa.
Baca Juga: Wisata Religi Tokoh Penting Makam Mbah Arya Baya Rahiya Bogor
Makamnya Dekat dengan Syekh Quro
Menjelang detik-detik akhir kehidupannya, Syekh Bentong yang kala itu masih di luar daerah memutuskan kembali ke Karawang. Tak lama, ia pun wafat di kota ini. Salah satu hal yang menarik dari kompleks pemakaman adalah lokasinya tidak jauh dari makam ayahnya, Syekh Quro. Hanya berjarak beberapa meter saja.
Banyak peziarah yang datang ke kawasan ini biasanya menyempatkan diri untuk berziarah ke kedua makam sekaligus. Pertama ke makam Syekh Quro lalu ke mengunjungi Syekh Bentong atau sebaliknya. Tradisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan menjadi bagian dari perjalanan religi masyarakat yang ingin berkunjung dan menyampaikan doa.
Terdapat Sumur Awisan Syekh Bentong
Selain makam utama, kawasan di sekitarnya juga memiliki sebuah sumur. Peninggalan ini terkenal dengan nama Sumur Awisan Syekh Bentong. Lokasinya berada di sisi samping belakang area makam dan cukup sering peziarah kunjungi. Untuk batas dengan area luar terdapat cor bata merah. Sehingga area kolam dan sumur cenderung tertutup.
Menurut tradisi yang berkembang di masyarakat, sumur tersebut memiliki nilai historis kuat. Hal yang berkaitan dengan aktivitas dakwah Syekh Bentong pada masa lalu. Air dari sumur itu kerap peziarah gunakan untuk membasuh diri maupun mandi sebelum melanjutkan doa atau ziarah. Sebagian pengunjung juga datang dengan harapan tertentu dan memanjatkan doa sesuai keinginan masing-masing.
Meski demikian, masyarakat setempat umumnya mengingatkan agar aktivitas ziarah tetap dilakukan sebagai sarana berdoa kepada Allah SWT. Selain itu juga sebatas mengenang perjuangan para ulama terdahulu. Bukan melakukan hal-hal yang berada di luar aturan, apalagi sampai berbuat tindakan membahayakan.
Malam Jumat Ramai Pengunjung
Aktivitas ziarah di kompleks makam Syekh Bentong biasanya meningkat pada malam Jumat. Pada waktu tersebut, jumlah pengunjung yang datang dapat jauh lebih banyak daripada hari-hari biasa. Selain malam Jumat, kawasan makam juga ramai ketika memasuki bulan-bulan tertentu dalam kalender Islam.
Banyak rombongan peziarah datang dari Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, hingga luar Jawa Barat untuk berdoa dan mengenang jasa Syekh Bentong. Suasana religius semakin terasa ketika pengunjung menggelar doa bersama, pembacaan tahlil, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Hal inilah yang membuat makam tersebut tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi sampai sekarang.
Baca Juga: Makam Mama Sempur Purwakarta Destinasi Wisata Religi di Jawa Barat
Makam Syekh Bentong tidak hanya menjadi peristirahatan terakhir ulama besar, tetapi juga menyimpan sejarah Islam penting. Bagi yang ingin berkunjung ke makam ini, situs Syekh Bentong buka setiap hari. Bisa langsung datang ke Pulokelapa, Lemahabang, Karawang. Namun, pastikan senantiasa meminta izin terlebih dahulu kepada juru kunci kawasan sebelum masuk ke situs utama. (R10/HR-Online)

13 hours ago
10

















































