Matahari buatan China menggemparkan dunia. Inovasi ini sendiri jadi gebrakan China dalam membuat matahari versi mini sebagai pembangkit listrik. Matahari buatan ini sendiri disebut dengan EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak).
Baca Juga: Badai Matahari Carrington, Salah Satu yang Terbesar di Sejarah
Matahari Buatan China EAST
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa matahari sangat penting bagi Bumi. Matahari ini memancarkan energi tanpa bahan bakar tambahan dan berlangsung secara terus-menerus. China rupanya ingin menirunya melalui EAST.
Akan tetapi, langkah ini bukan untuk menggantikan matahari, melainkan membuat pembangkit listrik. China membuat matahari ini sebagai terobosan dalam pengembangan energi di masa depan. Tak heran jika inovasi tersebut jadi sorotan dunia.
Menembus Batas Greenwald
Matahari buatan China ini berhasil mempertahankan plasma di tingkat kepadatan sampai 1,65 kali di atas batasan Greenwald. Padahal batas Greenwald termasuk hambatan fisika yang nyaris tak bisa ditembus selama ini. Greenwald itu sendiri semacam pagar yang tidak terlihat.
Apabila ada reaktor fusi yang coba untuk melewatinya, maka bisa kena getahnya. Plasma yang ada di dalamnya seketika menjadi liar dan bahkan merusak reaktor. Bisa kita bilang bahwa plasma akan mengalami kehilangan kestabilan apabila melewati batas tersebut. Namun siapa sangka jika hal tersebut tidak berlaku pada EAST.
Pembuatan EAST
Matahari buatan China yang jadi pusat perhatian di dunia astronomi ini rupanya dibuat dengan penuh pertimbangan. Dalam hal ini, China memiliki reaktor yang bentuknya seperti donat raksasa namanya tokamak.
Baca Juga: Potret Kutub Selatan Matahari Tertangkap Kamera
Di dalam reaktor tersebut ada gas hidrogen yang dipanaskan hingga suhunya bisa melampaui 100 juta derajat Celcius. Hal ini berarti suhunya jauh lebih panas jika kita bandingkan dengan inti matahari. Pusat matahari itu sendiri memiliki suhu sekitar 15 juta derajat Celcius.
Alasan perbedaan suhu yang lebih tinggi ini tidak lain karena gravitasi. Matahari memiliki gravitasi raksasa yang bisa menekan partikel supaya tetap rapat. Namun tidak untuk Bumi sehingga membutuhkan suhu lebih panas agar partikelnya bergerak lebih cepat.
Kemudian plasma tak ditampung di dalam wadah fisik. Akan tetapi, dikurung di bagian tengah ruang vakum dengan medan magnet kuat yang bentuknya cincin. Hal ini untuk mencegah gas hidrogennya berubah wujud. Mengingat, Bumi tidak memiliki material yang bisa menampung plasma dengan suhu sepanas itu.
Selanjutnya plasma akan melayang dan menari ikuti garis medan magnet sehingga tak akan menyentuh dinding reaktor. Inti atom hidrogen yang ada di tengah plasma tadi saling tubruk sekaligus menyatu. Hal ini seperti halnya matahari.
Keterlibatan Electron Cyclotron Resonance Heating
Dalam proses pembuatan EAST, ilmuwan juga memanfaatkan sejumlah teknik agar bisa melewati batas Greenwald. Hal ini tak terkecuali teknik Electron Cyclotron Resonance Heating (ECRH). Dalam teknik tersebut, jumlah gas awalnya diatur sedemikian rupa menggunakan teknik pre-charged synergistic start-up.
Untuk tujuannya ialah menjaga tepi plasma supaya tetap stabil. Selain itu, ilmuwan China juga mengganti bagian dinding reaktor matahari buatan menggunakan desain dinding yang penuh logam. Tujuannya untuk mencegah partikel pengotornya lepas dari dinding sehingga plasma tidak jadi liar.
Dalam menerapkan teknik tersebut, ilmuwan juga memasang pelat target khusus. Pemasangan tersebut bertujuan untuk menekan pelepasan partikel pengotor yang berasal dari material tungsten. Selama ini material tersebut melapisi dinding reaktor.
Sekilas Tentang Proyek EAST
China mulai bereksperimen dengan proyek EAST sejak tahun 2006 silam. Di tahun tersebut, ilmuwan merancangnya dengan ketinggian 11 m. Kemudian untuk diameternya mencapai 8 m dengan berat sebesar 400 ton.
Pembuatan proyek EAST ini bukan tanpa tujuan. Fungsi nuklir EAST bertujuan untuk mendapatkan energi namun tetap ramah lingkungan. Oleh sebab itu, penggunaan EAST ini bisa jadi solusi dalam mengatasi masalah energi global.
Baca Juga: Warna Asli Matahari Ternyata Bukan Kuning Maupun Merah
Matahari buatan China memang jadi inovasi sekaligus gebrakan baru yang mengejutkan dunia. Meski menyuguhkan banyak manfaat, mengingat tujuannya sebagai pembangkit listrik dalam memperoleh energi, namun juga ada dampaknya. Matahari buatan China ini berdampak buruk bagi Bumi apabila mengalami kebocoran. Hal ini karena EAST yang bocor bisa mengeluarkan limbah tritium alias zat radioaktif. Oleh karena itu, tentu proyek EAST ini perlu terus diawasi dan diteliti oleh ahlinya. (R10/HR-Online)

11 hours ago
9

















































