harapanrakyat.com,- Nenek Sarinem (90), warga Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, akhirnya harus meninggalkan Puskesmas Pamarican lebih awal. Meskipun korban mengalami luka serius di bagian mata akibat musibah banjir di Pamarican, pihak keluarga memilih untuk membawanya pulang, Selasa (10/02/2026).
Ironisnya, kepulangan Nenek Sarinem ini berstatus pulang paksa. Hal tersebut lantaran pihak keluarga keberatan jika sang nenek harus menjalani perawatan lebih lanjut atau dirujuk ke rumah sakit.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Nenek 90 Tahun di Pamarican Ciamis Terluka Terjebak Banjir
Kepala Puskesmas Pamarican, Teten, membenarkan adanya pasien korban banjir yang dibawa pulang paksa oleh pihak keluarganya. Menurutnya, luka yang diderita Nenek Sarinem sebenarnya memerlukan penanganan medis yang sangat intensif.
“Padahal luka nenek ini cukup parah, bahkan harus dirujuk ke rumah sakit. Namun sayang, pihak keluarga tidak berkehendak sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” terang Teten kepada Harapan Rakyat, Selasa (10/02/2026).
Teten menjelaskan, alasan utama keluarga membawa pulang paksa Nenek Sarinem adalah faktor teknis di lapangan.
“Alasannya karena tidak ada yang nungguin saat dalam perawatan. Padahal kami sudah berupaya memberikan penjelasan mengenai risiko kesehatan pasien,” tambahnya.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Puluhan Hektar Sawah dan Pemukiman di Pamarican Ciamis Terendam
Puskesmas Pamarican Tak Bisa Menghalangi Keluarga Bawa Korban Banjir Pulang
Meski tim medis telah memberikan pelayanan maksimal sejak malam hari saat evakuasi banjir, pihak Puskesmas mengaku tidak memiliki wewenang untuk menahan pasien jika keluarga bersikeras.
“Mau gimana lagi, pelayanan kami sejak malam sudah dilakukan sebaik mungkin. Namun karena keluarga keukeuh (tetap pendirian) mau bawa pulang, maka tadi kita buatkan surat pernyataan jika pasien ini dibawa pulang paksa,” tegas Teten.
Pantauan di lapangan, Nenek Sarinem yang tampak masih lemas akhirnya diantarkan pulang oleh petugas Puskesmas Pamarican menggunakan unit ambulans menuju kediamannya di Dusun Kubangpari.
Diberitakan sebelumnya, Nenek Sarinem mengalami luka di bagian mata saat berupaya menyelamatkan diri ketika banjir luapan melanda pemukiman warga di wilayah Kubangpari Desa Bangunsari Pamarican. Hingga kini, kondisi luka pada matanya masih memerlukan pengawasan, namun penanganan kini beralih ke perawatan mandiri di rumah. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

14 hours ago
4

















































