harapanrakyat.com,- Pemkot Tasikmalaya tengah merancang strategi segar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah dengan merencanakan pembangunan 50 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di wilayah Kota Tasikmalaya.
Baca juga: HMI Demo Bale Kota Tasikmalaya, Kritisi Anggaran Mamin Rapat dan Laundry Kepala Daerah
Rencana tersebut mencuat saat Asisten Daerah (Asda) Kota Tasikmalaya, Asep MP, menemui massa aksi demonstrasi dari kalangan mahasiswa pada Senin (8/6/2026). Di hadapan para mahasiswa, Asep membeberkan cetak biru pemerintah dalam mengatasi keterbatasan anggaran daerah.
”Nantinya akan ada rencana pembangunan 50 titik SPKLU di Kota Tasikmalaya untuk menyiasati penambahan PAD,” ujar Asep di sela-sela aksi.
Rencana Pembangunan 50 Titik Pengisian Daya Listrik
Ditemui Harapan Rakyat usai audiensi dengan mahasiswa, Asep MP membenarkan sekaligus mempertegas pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah ekspansif ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi tekanan fiskal yang saat ini tengah dihadapi oleh pemerintah daerah.
”Terkait pembangunan 50 titik itu, kan untuk meminimalisir berkaitan dengan masalah kondisi fiskal sekarang, itu ada PAD,” tuturnya kepada Harapan Rakyat.
Lebih lanjut, Asep menguraikan bahwa optimalisasi pendapatan daerah sejatinya terbagi ke dalam dua skema utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi pertama, intensifikasi, berfokus pada pemaksimalan sektor pajak dan retribusi yang sudah berjalan agar berjalan lebih optimal.
Sementara itu, pembangunan puluhan SPKLU ini masuk ke dalam ranah ekstensifikasi, yaitu menggali potensi baru yang selama ini belum tergarap. Menurut Asep, selain SPKLU yang nantinya bersinergi dengan bidang Pertamina, Pemkot Tasikmalaya juga membidik dua sektor potensial lainnya.
”Kedua, retribusi parkir yang tata kelolanya akan diubah dengan melibatkan pihak kedua, tapi sekarang belum dilaksanakan. Ketiga, terkait ketentraman dan ketertiban tata kelola pemindahan kabel fiber optik (FO) ke bawah tanah,” urai Asep.
Pemerintah Kota Tasikmalaya pun bergerak cepat untuk merealisasikan program ini. Saat ini, rencana pembangunan infrastruktur kendaraan listrik tersebut sedang memasuki tahap krusial sebelum eksekusi lapangan. ”Untuk SPKLU rencana akan ada 50 titik, kita tinggal menunggu hasil survei. Mudah-mudahan ditargetkan dapat direalisasikan di akhir tahun 2026 sekarang,” pungkas Asep. (Rafi/R6/HR-Online)

4 hours ago
6

















































