Satu Tahun Jadi Gubernur, Dedi Mulyadi Sebut Jawa Barat Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah 

5 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Gubernur Dedi Mulyadi mengakui satu tahun kepemimpinannya, Jawa Barat masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Dedi menyebut, ia bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan belum melakukan kegiatan yang berdampak signifikan bagi masyarakat Jawa Barat.

“Hari ini satu tahun saya memimpin Provinsi Jawa Barat. Saya merasa Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi serta Erwan Setiawan belum memberikan makna besar bagi kehidupan warga,” kata Dedi, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi KDM, Disdik Jawa Barat Wajibkan Pakta Integritas Pelajar dan Orang Tua

Meski begitu, Dedi berterima kasih kepada warga Jawa Barat yang sudah memberikan apresiasi terhadap kinerjanya yang mencapai 95,5 persen berdasarkan survei Indikator Politik.

Satu Tahun Menjabat, Dedi Mulyadi Enggan Jumawa

Dedi pun enggan jumawa atas persentase itu, karena hal itu bukan angka keberhasilan dalam membangun Jawa Barat. Ia menilai itu merupakan angka kecintaan pada perjalanan pembangunan, sehingga warga menyampaikan kepuasannya. “Itu bukan keberhasilan pembangunan, tapi itu kecintaan warga atas perjalanan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan fiskal atau keterbatasan anggaran menjadi kendala utama untuk mengoptimalisasi layanan dalam satu tahun terakhir. Hal itu tentu berdampak pada pelayanan dasar seperti jalan di ujung desa yang masih jelek, akses pendidikan dan kesehatan belum merata, serta angka pengangguran.

“Kepuasan masyarakat belum tercipta dalam layanan nyata. Tapi kami akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu,” ucapnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Dapat Rapor Hijau, Jaminan Sosial Warga Kurang Mampu Hingga Akses Permodalan Jadi PR

Dedi menambahkan, ia berterima kasih kepada warga yang mengapresiasi dan mereka yang belum puas terhadap kinerjanya. Sebab, ketidakpuasan warga maupun mereka yang berdemonstrasi merupakan indikator bahwa masih ada yang belum mendapatkan pelayanan yang baik. “Saya sangat menghormati dan banggakan dua-duanya, karena mereka merupakan warga Jawa,” tuturnya.

Selain itu, Dedi berterima kasih kepada semua kepala desa, lurah, camat, bupati, wali kota, serta perangkat daerah tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Mengingat, mereka telah memasuki tahun yang berat karena masuk kerangka berpikir birokrasi yang memiliki kehidupan yang sederhana, tetapi memprioritaskan pelayanan publik.

“Saya bangun kerangka berpikir birokrasi berpuasa, bukan birokrasi berpesta. Jadi terima kasih kepada kepala desa, lurah, camat, bupati, wali kota, serta perangkat daerah tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” katanya. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |