harapanrakyat.com,- Sebuah fenomena alam yang unik sekaligus membawa berkah terdapat di Dusun Priagung RT 09/04, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Di wilayah tersebut, terdapat Curug Sarjan, sebuah sumber air yang tidak pernah kering meskipun dilanda musim kemarau panjang. bahkan, air tersebut digunakan oleh warga satu RT di blok Cijati.
Baca Juga: Derita Warga Binangun Sering Kesulitan Air Bersih, Polres Banjar Gercep Kirim Bantuan
Mata air alami tersebut mengalir dari sela-sela akar pohon bambu Curug Sarjan, yang berada tak jauh dari perbukitan Lembah Pajamben. Aliran air bersih menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bagi puluhan kepala keluarga di wilayah setempat.
Ketua RT setempat, Syarif menuturkan, sumber air yang tak pernah surut tersebut keluar dari sela akar bambu. Sumber air tersebut terlihat semakin jernih ketika musim kemarau tiba.
Debit airnya pun tetap stabil dan mampu mencukupi kebutuhan warga, hingga pengisian kolam-kolam milik masyarakat setempat dan persawahan. “Air tidak pernah kering meski kemarau panjang. Malah kalau kemarau itu airnya terlihat lebih jernih,” ujar Syarif kepada harapanrakyat.com, Sabtu (1/6/2026).
Baca Juga: Pasokan Air Bersih Warga Binangun Kota Banjar: Sumur Asin hingga PDAM Tak Ngocor
Warga Nikmati Air Gratis dari Curug Sarjan
Lanjutnya menyebut, untuk dapat menikmati air dari sumber alami tersebut, warga membutuhkan pipa paralon dengan panjang sekitar 300 meter. Sebanyak 25 rumah di antaranya mengandalkan instalasi pipa paralon, untuk mengalirkan air ke rumah masing-masing warga.
“Panjang paralon dari sumber air sekitar 300 meter. Pasokan air sebelum didistribusikan ke rumah-rumah ditampung di bak penampungan atau toren,” ujarnya.
Syarif menceritakan, pemanfaatan sumber mata air dari Curug Sarjan ini, sudah berlangsung secara turun-temurun sejak zaman dahulu.
Sebelum menggunakan pipa paralon, masyarakat setempat memanfaatkan bilah bambu sebagai talang air tradisional. Namun, karena material bambu tidak bertahan lama dan cepat rusak, pada tahun 2017 sampai sekarang instalasi air ke rumah warga kemudian diganti menggunakan pipa.
Baca Juga: Sumur Mengering, Warga di Kota Banjar ini Mulai Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau
“Penggunaan air ini sepenuhnya gratis untuk warga, karena bantuan pipa paralon dari pemerintah, sedangkan untuk pemasangannya kami lakukan secara swadaya,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 week ago
45

















































