Usai Ledakan di Dadaha, Densus 88 Geledah Kontrakan di Tasikmalaya: Ketua RT Ungkap Keseharian Penghuni 

1 month ago 115

harapanrakyat.com,- Pasca ledakan di kawasan Dadaha, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan di kawasan Gunung Koneng, Jalan Bebedilan, RT 01 RW 12, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Minggu (12/7/2026).

Penggeledahan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, petugas lebih dulu mengamankan seorang pria inisial AAS yang menghuni rumah kontrakan tersebut.

Ketua RT 01 RW 12, Ade Mumu, mengatakan pria tersebut baru sekitar dua bulan tinggal di lingkungan tersebut bersama keluarganya.

“Yang bersangkutan mengaku hanya mengontrak sementara karena sedang menunggu rumah pribadinya selesai dibangun. Istrinya merupakan warga asli Cilembang dan sehari-hari berdagang di pasar,” kata Ade di lokasi.

Menurut Ade, selama tinggal di lingkungan tersebut, penghuni kontrakan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Kalau pulang langsung masuk rumah. Orangnya jarang bersosialisasi, sehingga kami tidak mengetahui aktivitas sehari-harinya secara detail,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wati (52), tetangga terdekat penghuni kontrakan. Ia mengaku tidak pernah melihat hal mencurigakan dari keluarga tersebut.

“Kalau bertemu selalu menyapa dan sopan. Mereka juga rajin beribadah. Istrinya berjualan di kawasan Dadaha. Selama tinggal di sini tidak pernah membuat keributan,” katanya.

Baca Juga: Sosok Moch Haerul Ihsan: Pelopor Bank Sampah Tasikmalaya dan Revolusi Ekologi dari Sungai Cimulu

Barang Bukti Diamankan Densus 88 dari Rumah Kontarakan di Tasikmalaya

Saat penggeledahan berlangsung, Ade turut mendampingi petugas. Ia mengaku melihat beberapa barang yang diamankan dari dalam rumah.

“Yang saya lihat ada senapan angin jenis mimis dan sebilah belati. Barang lainnya saya tidak tahu karena sudah menjadi kewenangan penyidik,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa jam sebelum penggeledahan, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB, kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Dadaha sempat diwarnai keributan antar pedagang.

Peristiwa itu bermula dari cekcok antara seorang pedagang jagung berinisial S dengan pedagang tahu gejrot berinisial E alias U. Saat warga berusaha melerai, terdengar suara ledakan dari arah belakang lokasi.

“Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari arah belakang,” ujar salah seorang saksi.

Ledakan tersebut sempat membuat pedagang dan pengunjung di kawasan Dadaha panik. Aparat kepolisian kemudian melakukan sterilisasi di lokasi.

Sampai Minggu sore, petugas masih melakukan penggeledahan dan membawa sejumlah barang bukti dari dalam rumah kontrakan.

Baca Juga: Heboh Ledakan Keras di Dadaha Tasikmalaya, Polisi Duga Berasal dari Bom Rakitan

Pihak Densus 88 maupun Polres Tasikmalaya Kota juga belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pria yang diamankan, status hukumnya, maupun tujuan penggeledahan tersebut. Penyidikan masih berlangsung. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |