Alasan Hossam Hassan Menyilangkan Tangan ke Wasit Saat Argentina Kalahkan Mesir

4 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan menyilangkan kedua tangan membentuk huruf X di depan wasit Francois Letexier dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Baca juga: 11 Legenda Sepak Bola Kritik Wasit di Laga Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026

Insiden itu terjadi saat Mesir menjamu Argentina di Atlanta Stadium dalam duel yang berakhir dengan skor akhir 3-2 untuk keunggulan Argentina. Gestur tersebut muncul sebagai puncak kekecewaan Hassan atas sejumlah keputusan wasit dan VAR. Menurut Hassan, keputusan-keputusan tersebut dianggap merugikan timnya sepanjang pertandingan.

Arti Tangan Menyilang yang Dilakukan Hossam Hassan

Hassan mengarahkan gestur tangan menyilang tersebut langsung ke wajah wasit utama asal Prancis, Francois Letexier, di tengah jalannya laga. Sementara itu, isyarat silang tangan sendiri merupakan protokol resmi FIFA. Biasanya, protokol ini dipakai pemain atau pelatih untuk melaporkan diskriminasi maupun meminta laga dihentikan sementara.

Letexier tidak merespons isyarat itu sebagaimana mestinya dan justru langsung menunjukkan kartu kuning kepada Hassan di pinggir lapangan. Kericuhan di bangku cadangan Mesir berlanjut hingga masa injury time, ketika salah satu anggota staf pelatih turut diganjar kartu merah.

Kemarahan skuad Mesir mencapai puncaknya setelah gol Mostafa Ziko pada menit ke-58 dianulir oleh VAR. Keputusan itu diambil karena Marwan Attia dinilai lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez. Sebelum bola bersarang di gawang, pelanggaran tersebut dianggap terjadi.

Padahal sebelum gol dianulir, Mesir sempat unggul dua gol tanpa balas atas Argentina sejak babak pertama. Keunggulan itu justru berbalik menjadi kekalahan 2-3 setelah Argentina mencetak tiga gol beruntun di sisa pertandingan.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hassan melontarkan kritik tajam terhadap jalannya laga yang dipimpin Letexier. Ia menuding pertandingan tersebut seolah diarahkan untuk meloloskan Argentina dan Messi.

Hassan mempertanyakan dimana letak keadilan dalam olahraga dan sepak bola. Selain itu, ia menyatakan tidak ingin berbasa-basi karena timnya jelas mengalami perlakuan yang tidak adil pada laga tersebut.

Baca juga: Daftar Pemain Tertua di Piala Dunia; Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah Meski Portugal Tersingkir

Ia menegaskan bahwa gestur yang ditunjukkannya adalah bentuk pembelaan atas hak timnya. Sebagai tambahan, ia mengaku tidak akan menyaksikan pertandingan lain apa pun di sisa turnamen tersebut.

Peristiwa sebelum Protes

Sebelum drama protes itu terjadi, Mesir sempat memimpin lebih dulu lewat sundulan Yasser Ibrahim dari skema bola mati pada menit ke-15. Peluang Argentina memperbesar keunggulan sempat terbuka lewat penalti. Namun, eksekusi Lionel Messi berhasil ditepis kiper Mesir, Mostafa Shobeir, pada menit ke-20.

Keunggulan Mesir bertambah menjadi dua gol lewat serangan balik cepat Mostafa Ziko pada menit ke-67. Ia memanfaatkan umpan terobosan Mohamed Salah.

Argentina baru bangkit menjelang akhir laga, diawali sundulan Cristian Romero di menit ke-79. Kemudian, gol penyama kedudukan Messi terjadi di menit ke-83 dari umpan Julian Alvarez. Sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan 3-2 lewat sundulan di masa injury time menit ke-90+2, Lautaro Martinez memberikan umpan silang. (Revi/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |