Pertamina Mulai Distribusi B50, Target Nasional Capai 87,27 Juta Liter per Hari

1 hour ago 6

Perusahaan Pertamina mulai distribusi B50 sebagai langkah penting dalam pelaksanaan program energi nasional. Sejak kemarin, distribusi biodiesel B50 mulai Pertamina lakukan secara bertahap ke berbagai daerah. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan minyak sawit, mengurangi ketergantungan BBM fosil, sekaligus memperkuat ekonomi.

Baca Juga: Gelombang Dugaan PHK Massal Karyawan Tokopedia, Bagaimana Dampaknya Bagi Para Pekerja Digital?

Pertamina Mulai Distribusi B50 sebagai Pengganti B40

Seperti masyarakat Indonesia ketahui, Pemerintah RI resmi menerapkan program mandatori biodiesel B50 mulai Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). CPO kemudian dipadukan dengan 50 persen solar konvensional.

Kebijakan tersebut menjadi kelanjutan dari program B40 yang sebelumnya telah pemerintah terapkan. Tujuannya untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan di sektor transportasi maupun industri. Dalam tahap awal pelaksanaannya, PT Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan B50 melalui 29 terminal BBM dari total 126 terminal.

Wilayah distribusi pertama mencakup sebagian besar Pulau Sumatra dan Jawa. Termasuk Kota Balikpapan serta Makassar. Penyaluran berlangsung secara bertahap agar proses peralihan dari B40 ke B50 dapat lebih optimal. Sehingga tidak sampai mengganggu kebutuhan pasokan bahan bakar masyarakat.

“Ada 29 dari total 126 terminal sudah mulai mendapat distribusi B50 sesuai aturan pusat. 29 terminal BBM ini meliputi sebagian besar wilayah Sumatera dan Pulau Jawa, Balikpapan dan Makassar.” jelas Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora Rabu (8/7).

Baca Juga: Pasca Disanksi Pemkab, Pabrik Pengolah Batu Kapur di KBB Mulai Berbenah

Target Penyaluran B50 Terus Meningkat

Selain memulai distribusi secara bertahap, Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan target penyaluran dalam skala nasional. Pada hari pertama implementasi, perusahaan menyalurkan sekitar 37,92 juta liter biodiesel B50 sebagai tahap awal. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya terminal distribusi dan kebutuhan di berbagai daerah.

Ke depan, perusahaan menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 87,27 juta liter per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kebijakan pemerintah. Sekaligus membantu memperluas penggunaan bahan bakar berbasis energi terbarukan. Harapannya dapat menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat dan sektor industri.

Proses Distribusi Awal Berjalan Lancar

Agar implementasi B50 berjalan sesuai rencana, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai persiapan sebelum mulai distribusi. Infrastruktur penyaluran di terminal bahan bakar minyak telah disesuaikan dengan spesifikasi biodiesel terbaru. Selain itu, jaringan distribusi menuju SPBU maupun Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) juga siap melayani kebutuhan konsumen.

Perusahaan menilai proses distribusi awal berlangsung lancar. Ini karena seluruh tahapan telah matang jauh sebelum kebijakan berlaku. Penambahan jumlah terminal juga akan pemerintah lakukan secara bertahap selama masa transisi. Sehingga nantinya pemerataan pasokan dapat tercapai tanpa mengganggu distribusi bahan bakar di berbagai wilayah.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bandung Barat Beri Sanksi Pabrik Pengolahan Batu Kapur di Cipatat 

Pertamina mulai distribusi B50 menandai fase baru penggunaan biodiesel di seluruh daerah. Ke depan, sejumlah wilayah baik kota maupun kawasan terpencil akan mulai dapat distribusi B50 dari Pertamina. Meski awalnya tuai pro-kontra, pemerintah melalui Kementerian ESDM optimis ketahanan energi nasional bisa makin kuat dengan B50. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |