Bahasa manusia pertama di bumi menjadi salah satu topik paling rumit dalam kajian linguistik, antropologi, dan sejarah manusia. Bahasa muncul sebagai alat komunikasi sejak manusia modern berkembang puluhan ribu tahun lalu. Data UNESCO mencatat saat ini ada sekitar 6.000–7.000 bahasa di dunia yang terus berubah dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Ciri-Ciri Homo Habilis sebagai Nenek Moyang Homo Erectus Menurut Data Ilmiah
Hingga sekarang, belum ada bukti ilmiah tunggal yang memastikan bahasa pertama yang digunakan manusia. Bahasa tidak meninggalkan fosil. Kata-kata tidak membatu seperti tulang. Hal ini membuat penelusuran asal bahasa harus mengandalkan teks kuno, artefak, dan rekonstruksi ilmiah.
Bahasa Manusia Pertama di Bumi, Telaah Linguistik dari Zaman Purba
Bahasa manusia pertama konon muncul seiring berkembangnya Homo sapiens sekitar 70.000–100.000 tahun lalu. Penelitian genetika oleh Cavalli-Sforza pada 1998 menunjukkan migrasi awal manusia berasal dari Afrika. Migrasi ini memicu penyebaran dan diferensiasi bahasa.
Bahasa juga berfungsi untuk bertahan hidup. Karena, bahasa membantu berburu, membangun kelompok, dan menyusun pengetahuan. Ahli linguistik seperti Noam Chomsky bahkan menyebut kemampuan berbahasa sebagai bagian dari struktur biologis manusia.
Keterbatasan Ilmu dalam Menentukan Bahasa Pertama
Ilmuwan tidak bisa menemukan secara pasti bahasa manusia pertama karena bahasa lisan tidak meninggalkan jejak fisik. Sistem tulisan baru muncul sekitar 3200 SM di Mesopotamia dan Mesir. Artinya, bahasa sudah ada jauh sebelum manusia mengenal aksara.
Menurut jurnal Science tahun 2015, bahasa berubah secara cepat dalam rentang 1.000–2.000 tahun. Kemudian, kosakata, bunyi, dan struktur gramatikal terus berevolusi. Hal ini membuat satu bahasa purba sulit dilacak ke bentuk aslinya.
Bahasa Bo dan Jejak Manusia Purba
Tidak sedikit yang mengaitkan bahasa manusia pertama di bumi dengan Bahasa Bo dari Kepulauan Andaman. Bahasa ini digunakan oleh suku Great Andamanese yang diperkirakan telah menetap sejak 65.000 tahun lalu. Penelitian antropolog India, Anvita Abbi, menyebut Bahasa Bo sebagai salah satu bahasa tertua yang diketahui.
Baca Juga: Jejak Misterius Manusia Purba Flores Homo floresiensis, Sang Hobbit dari Nusa Tenggara
Namun, bahasa Bo dinyatakan punah pada 2015 silam. Penutur terakhirnya, Boa Sr, meninggal dunia pada usia sekitar 85 tahun. Jadi, tidak ada lagi generasi yang mewarisi bahasa ini secara lisan.
Bahasa Semit Kuno, Aram, Ibrani, dan Arab
Bahasa manusia pertama juga konon bersinggungan dengan rumpun bahasa Semit. Kemudian Bahasa Aram tercatat dalam prasasti sejak 1100 SM. Bahasa ini tersebar secara luas di wilayah Suriah, Mesopotamia, hingga Persia pada Zaman Perunggu.
Bahasa Ibrani muncul dalam teks sekitar 1200 SM. Menurut Tom Hale di IFLScience, bahasa ini berusia lebih dari 3.000 tahun. Bahasa Arab memiliki bentuk awal sejak abad ke-8 SM kemudian berkembang pesat antara abad ke-3 hingga ke-6 M.
Bahasa Kuno Lain yang Bertahan Hingga Kini
Rupanya, bahasa manusia pertama di bumi tidak hanya berkaitan dengan Timur Tengah. Bahasa Sanskerta tercatat dalam Rigveda sekitar 1200 SM. Bahasa ini juga menjadi dasar rumpun Indo-Eropa yang mencakup Inggris dan Prancis.
Kemudian, Bahasa Tamil memiliki teks sastra Tolkāppiyam dari sekitar 300 SM. Bahasa Yunani tercatat sejak 1300 SM melalui aksara Linear B. Sementara itu, Bahasa Tionghoa kuno terlihat pada tulang orakel Dinasti Shang sekitar 1123 SM.
Mitos dan Kepercayaan tentang Asal Bahasa
Bahasa manusia pertama juga dijelaskan lewat mitologi. Dalam Kitab Kejadian, Adam mendapatkan perintah untuk memberi nama makhluk hidup. Kisah Menara Babel menggambarkan perpecahan bahasa akibat hukuman ilahi.
Mitologi Hindu mengenal Dewi Vāc sebagai personifikasi bahasa. Dalam mitos Aztek, bahasa diberikan oleh burung merpati kepada manusia. Kemudian Suku Andaman percaya bahwa bahasa berasal dari dewa Pūluga setelah banjir besar.
Sistem Tulisan dan Bukti Arkeologis
Ada juga yang kerap mengaitkan bahasa manusia pertama di bumi dengan sistem tulisan awal. Tulisan paku Sumeria muncul sekitar 3200 SM. Kemudian Hieroglif Mesir muncul sekitar 3100 SM di Lembah Nil.
Bahasa Mesir Koptik termasuk dalam salah satu bahasa tertua yang terdokumentasi. Makam dan prasasti berusia lebih dari 5.000 tahun menjadi bukti kuat keberadaannya. Sistem tulisan juga membantu bahasa bertahan lintas generasi.
Bahasa dan Evolusi Sosial Manusia
Bahasa manusia pertama berkembang seiring kompleksitas sosial. Robin Dunbar dalam Grooming, Gossip and the Evolution of Language juga menjelaskan bahasa menggantikan perawatan sosial pada primata. Bahasa memperluas jaringan sosial manusia.
Bahasa juga mempercepat penyebaran budaya. Pengetahuan, hukum, dan agama disampaikan lewat bahasa. Jadi, tanpa bahasa, peradaban kompleks tidak mungkin terbentuk.
Baca Juga: Manusia Purba Paranthropus Boisei Punya Kebiasaan Mirip Manusia Modern
Hingga kini, ilmuwan belum bisa menentukan bahasa manusia pertama di bumi secara absolut. Ilmu linguistik modern sepakat bahwa tidak ada satu bahasa tertua yang bisa dinobatkan. Bahasa memang selalu berubah dan bercabang. Data sejarah menunjukkan banyak bahasa kuno berkembang secara paralel. Bahasa Arab, Ibrani, Aram, Sanskerta, Tamil, dan Yunani hanya sebagian dari warisan linguistik manusia. Jadi, bahasa manusia pertama di bumi ialah cermin evolusi, bukan satu titik awal tunggal. (R10/HR-Online)

7 hours ago
4

















































