Disdik Jawa Barat Pastikan Bantuan Pendidikan Swasta Masih Ada, Nilainya Rp 600 Ribu Per Tahun

5 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memastikan bantuan pendidikan swasta dari Pemprov Jabar pada 2026 ini masih ada. Bantuan pendidikan itu berupa beasiswa personal dan operasional bagi pelajar miskin.

Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto mengatakan, bantuan pendidikan swasta pada 2026 terbagi menjadi dua yaitu, beasiswa personal dan operasional bagi pelajar miskin di sekolah swasta.

Purwanto menyebut, beasiswa personal bagi pelajar miskin berupa sepatu, seragam, tas, buku, dan lainnya. Sedangkan, beasiswa operasional bagi pelajar miskin di sekolah swasta berupa dana senilai Rp600.000 untuk satu tahun per orang.

Baca juga: FKSS Jabar Wacanakan Kenaikan SPP Sekolah Swasta Akibat BPMU Dihapus

“Di 2026, kami usul dan sudah ada kesepakatan,  beasiswa personal dan operasional. Beasiswa untuk kebutuhan pelajar seperti beli sepatu, seragam, tas, dan buku. Beasiswa operasional untuk bayar SPP di sekolah swasta bagi pelajar miskin,” kata Purwanto, Senin (2/2/2026).

Purwanto berujar, pelajar miskin di sekolah swasta yang berhak menerima adalah mereka yang terhimpun dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, Disdik Jawa Barat akan menyalurkan beasiswa personal dan operasional bagi pelajar miskin pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Kami menggunakan data dari pemerintah, DTSEN. Nanti di tahun ajaran baru. Setelah cut off data, baru kami salurkan, mungkin sekitar September 2026,” ujarnya.

Bantuan Pendidikan Mengalami Penurunan

Purwanto menambahkan, beasiswa operasional memang mengalami penurunan dari usulan awal dari Rp 1.200.000 menjadi Rp 600.000. Hal itu karena ada penambahan sasaran penerima beasiswa operasional, tetapi Disdik Jawa Barat masih melakukan verifikasi faktual.

“Usulan kami itu Rp1,2 juta, tapi ada penambahan sasaran, jadi nilainya Rp 600 ribu per orang untuk satu tahun. Masih verifikasi, kami belum bisa mengestimasikan,” ucapnya.

Ia pun tak menampik bahwa beasiswa operasional memang tidak sepenuhnya bisa menutupi biaya SPP setiap bulan. Namun, bantuan pendidikan swasta tidak hanya bersumber dari Pemprov, melainkan ada dari pemerintah pusat atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kan mereka dapat BOS dari pemerintah pusat. Itu (beasiswa operasional) kan subsidi dari kami,” tuturnya.

Baca juga: Pemprov Jawa Barat Alokasikan Beasiswa Pengganti BPMU Senilai Rp218 Miliar

Sementara mengenai perubahan skema Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) menjadi beasiswa personal dan operasional, kata Purwanto, hal itu karena ada keterbatasan dana.

Skema BPMU tidak mengklasifikasikan antara pelajar kaya dan miskin, semuanya mendapat bantuan. Akan tetapi, skema baru ini hanya menyasar pelajar miskin yang terdapat dalam DTSEN. “Dana terbatas, jadi hanya untuk pelajar miskin saja. Kalau dulu semua dapat, mau miskin atau kaya. Iya itu pengganti BPMU,” katanya. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |