harapanrakyat.com,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 Universitas Siliwangi (UNSIL) Periode II, menggelar program kerja unggulan bertajuk SEHATI (Sekolah Hayati untuk Petani) di Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema revitalisasi pertanian berkelanjutan ini berfokus pada peningkatan kapasitas petani lokal. Sekaligus mengenalkan potensi tanaman kelor untuk mendukung ketahanan pangan dan menekan angka stunting.
Acara yang berlangsung di Aula Desa Barumekar tersebut dihadiri sekitar 30 peserta dari kelompok tani setempat. Melalui program ini, mahasiswa UNSIL berupaya mengedukasi masyarakat mengenai praktik pertanian ramah lingkungan yang lebih efisien dan bernilai guna tinggi.
Baca Juga: Cuan Budi Daya Ikan Koi Menggiurkan, Petani Asal Tasikmalaya Raup Belasan Juta
Program Kerja Unggulan Mahasiswa KKN UNSIL Tasikmalaya
Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, kegiatan ini menghadirkan empat narasumber berkompeten dari Fakultas Pertanian UNSIL serta praktisi lapang. Mereka adalah Abdul Hakim, Indra Permana, Gilang Vaza Benatar, dan Ripa Pardiana.
Para pakar tersebut mengupas tuntas materi mulai dari sosialisasi KOMBRINE, teknik pembuatan pupuk kompos yang diperkaya Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Hingga demonstrasi perbanyakan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman tersebut secara mandiri.
Tak hanya fokus pada aspek agronomi seperti pengelolaan hara dan hama, mahasiswa KKN UNSIL Tasikmalaya juga membekali peserta melalui edukasi budidaya tanaman kelor. Serta pemanfaatannya sebagai sumber pangan bergizi tinggi penangkal stunting.
Sebagai langkah nyata pasca-pelatihan, setiap petani yang hadir membawa pulang isolat PGPR beserta media perbanyakannya agar bisa diproduksi ulang di rumah.
Selain itu, mereka juga menerima produk inovasi berupa teh kelor hasil riset Universitas Siliwangi sebagai contoh konkret komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Baca Juga: Selamatkan Sawah dari Ancaman Gagal Panen, Polres Sumedang Gelar Lomba Pembasmian Hama Tikus
Program SEHATI
Perwakilan mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi, Dila Salsabila Ramadhan, menegaskan bahwa Program SEHATI dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa. Bukan sekadar seremonial belaka.
“Kami merancang Program SEHATI agar tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. Dengan pemberian isolat PGPR dan edukasi mengenai budidaya kelor, kami berharap masyarakat dapat menerapkan teknologi hayati secara mandiri dan berkelanjutan, untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Koordinator Desa KKN 50 Barumekar, Mochamad Ramzi Febriyadi. Ia menyebut program ini merupakan jembatan pengabdian akademik yang langsung menyentuh kebutuhan rill di lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap ilmu yang dibagikan benar-benar dapat diterapkan secara mandiri oleh petani dan keluarga. Hal ini demi terwujudnya pertanian berkelanjutan serta generasi yang bebas stunting,” harap Ramzi.
Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari warga. Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Desa Barumekar, Yopita, mengaku mendapat banyak wawasan baru yang sangat aplikatif untuk kelompoknya.
Baca Juga: Troli Menari, Inovasi Mahasiswa Unsil Tasikmalaya Prodi Kesmas Saat PBL di Kota Banjar
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena materinya mudah dipahami dan sesuai kebutuhan kami. Jadi kami dapat pengetahuan baru mengenai PGPR, Kombrine. Serta budidaya kelor yang kaya manfaat kesehatan. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan dan bagikan ke anggota KWT lainnya,” kata Yopita.
Melalui sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi dan komunitas lokal ini, diharapkan masyarakat Barumekar mampu mengimplementasikan teknologi hayati secara konsisten guna mendongkrak produktivitas lahan. Sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang sehat di tingkat keluarga. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

4 hours ago
7

















































