Polda Jawa Barat Menang Sayembara Rp 250 Juta dari Dedi Mulyadi, Tapi Uangnya untuk Keluarga Korban

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan Polda Jawa Barat menjadi pemenang sayembara berhadiah Rp 250 juta karena berhasil menangkap Taufik Hidayat alias TH, tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Meski menjadi pemenang sayembara, Polda Jawa Barat tidak menerima uang tersebut dari Dedi Mulyadi. Karena uang ratusan juta rupiah itu dialihkan dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga korban penyekapan dan penganiayaan berat.

Baca Juga: Pesan KDM agar Kasus Taufik Hidayat Tak Menimpa Perempuan Lain

“Karena penangkapannya oleh jajaran kepolisian, maka pemenang sayembara Rp 250 juta adalah Polda Jawa Barat,” kata Dedi di Mapolda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).

Sebelum memutuskan untuk mengalihkan hadiah sayembara ke keluarga korban, Dedi lebih dulu berkomunikasi langsung dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.

Dalam percakapan melalui sambungan telepon, Rudi mengatakan kepada Dedi bahwa institusi kepolisian tidak mungkin menerima uang itu. Sehingga Rudi meminta kepada Dedi agar uang hadiah sayembara ini lebih baik untuk keluarga yang kini fokus mendampingi proses pemulihan fisik dan psikologis korban.

Baca Juga: Sayembara Rp 250 Juta untuk Penangkap DPO Taufik Hidayat Dikaji Ulang, KDM Akan Koordinasi dengan Kapolda Jabar

“Pak Kapolda menelepon saya dan menyampaikan bahwa institusi tidak mungkin menerima uang sayembara. Beliau meminta agar dana itu untuk keluarga korban untuk bekal masa depannya,” terang Dedi.

Efek Psikologis Sayembara Rp 250 Juta

Dedi menambahkan, sayembara tempo hari efektif memberikan tekanan psikologis terhadap ruang gerak tersangka TH di lapangan.

Baca Juga: Kejar Pelaku Penganiayaan Berat di Bandung, Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp250 Juta

Sehingga, di masa-masa pelariannya, Taufik Hidayat selalu merasa terawasi hingga mengalami kebingungan. Lalu kembali ke Bandung sampai akhirnya polisi menangkapnya di sebuah rumah di Komplek Griya Pesona Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Ada efek psikologis yang tersangka rasakan ketika ada sayembara Rp 250 juta. Saat ia pergi seolah banyak orang yang mengawasi hingga akhirnya bingung dan kembali ke Bandung,” katanya. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |