harapanrakyat.com,- Setelah hattrick Super League, Persib Bandung tampaknya tak berpuas diri. Pasalnya manajemen dan skuad langsung berbenah untuk tetap mempertahankan kualitas pemain.
Mulai dari pergantian pelatih hingga melepas pemain asing untuk membuka kesempatan pemain baru. Tak tanggung-tanggung, Persib melepas 5 pemain inti, dari Adam Przybek, Federico Barba, hingga Sergio Castel.
Baca juga: Lepas Adam Przybeck, Persib Puji Profesionalitasnya Selama Jadi Skuad Maung Bandung
Bukan itu saja, Persib juga melepas Alfeandra Dewangga, meskipun kontraknya masih tersisa hingga 2027. Rumor santer terdengar bahwa Dewangga akan merapat ke Arema FC.
Pergantian ini tentunya menjadi pertanyaan banyak pihak. Apakah jajaran manajemen sedang melakukan pembangunan ulang tim yang berfokus pada efisiensi finansial dan keberlanjutan ke depannya.
Banyak Pemain Belum Perpanjang
Jika Persib melepas 5 pemain sekaligus, nasib abu-abu masih harus dirasakan oleh 4 pemain ini. Pasalnya keempatnya belum mendapatkan informasi perpanjangan kontrak dari pihak manajemen.
Mulai dari Andrew Jung, ada isu ia mendapat tawaran dari klub Thailand, Port FC. Apalagi performa Jung tak main-main musim ini, ia mencetak hingga 16 gol bersama Persib.
Baca juga: Alasan Persib Bandung Lepas Pemain Asal Spanyol Sergio Castel: Bukan karena Tak Perform
Lalu ada juga striker Ramon Tanque, kabarnya ia mendapatkan tawaran dari Persita Tangerang. Meskipun pihak dari Tanque belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kabar tersebut.
Terakhir ada Patricio Matricardi dan Robi Darwis yang kontraknya berakhir Mei lalu. Hingga sekarang keduanya masih belum mendapatkan penawaran kontrak baru dari pihak manajemen, bahkan bisa jadi tak lanjut.
Persib memang belum mengumumkannya secara resmi. Namun terlihat bahwa manajemen ingin memfokuskan tim untuk pemain lokal berbakat dan pemain asing dengan budget yang lebih pas di kantong.
Tampaknya Persib tengah mengadopsi model baru dalam pengelolaan tim dan manajemen. Jika sebelumnya Persib terkenal dengan loyalitas tinggi pada pemain jangka panjang, tampaknya hal tersebut akan berubah mulai musim ini.
Persib tengah mengadopsi gaya bisnis yang lebih modern. Tak hanya mengunggulkan kedalaman skuad semata, tapi juga mempertimbangkan aspek lain.
Misalnya harga pemain, biaya untuk staf dan pelatih, dan masih banyak lagi. Belum lagi beragam denda yang Persib terima selama mengikuti kompetisi membuat manajemen harus mengatur ulang budget.
Namun hal tersebut tak akan mengubah semangat Persib untuk tetap jadi tim sepak bola terkuat di Indonesia. Pelatih dan staf teknis akan memastikan tim tetap kompetitif di tengah bongkar pasang pemain. (Revi/R6/HR-Online)

5 hours ago
10

















































