Debit Sungai Citanduy di Bendung Dobo Kota Banjar Menyusut, Irigasi Pertanian Terdampak?

2 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Memasuki musim kemarau debit air Sungai Citanduy tepatnya di kawasan Bendungan Dobo, Kota Banjar, Jawa Barat, nampak menyusut drastis.

Bebatuan di dasar Sungai Citanduy yang biasanya terendam air pun terlihat dari permukaan sungai akibat debit air yang mulai menyusut.

Kondisi menyusutnya debit air Sungai yang dikenal membelah wilayah Jabar-Jateng ini pun membuat kawasan pertanian irigasi dari Sungai Citanduy terancam kekurangan pasokan air.

Baca Juga: Asyik Berenang Bersama Teman, Seorang Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Banjar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Banjar, Yoyon Cuhyon memastikan menyusutnya debit air Sungai Citanduy belum berdampak terhadap area pertanian.

Hal ini karena sebagian lahan pertanian di wilayah Kecamatan Pataruman dan Langensari yang selama ini mengandalkan pasokan air irigasi dari Sungai Citanduy sudah memasuki musim panen.

Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan dari petani yang kesulitan mendapatkan pasokan air dari irigasi pertanian karena musim kemarau.

“Saat ini belum berdampak karena sebagian Kecamatan Pataruman dan Langensari sudah musim panen,” kata Yoyon kepada harapanrakyat.com, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga: Panen Budidaya Ikan Bebeong di Kota Banjar, Pemkot Bakal Bantu Pemasaran?

Lanjutnya menyebut, untuk antisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar pasokan air bisa tetap mengalir ke area pertanian.

“Antisipasi kita dengan bantuan pemerintah sudah ada yaitu pompa air untuk irigasi perpompaan. Selain itu, ada juga irigasi perpipaan untuk membantu para petani antisipasi kekurangan air,” ujarnya.

Musim Kemarau Penyebab Debit Sungai Citanduy di Bendung Dobo Kota Banjar Menyusut

Sementara itu, Kasi Darlog BPBD Kota Banjar Yudi Andiana, mengatakan, berdasarkan informasi BMKG sejak bulan Mei sudah mulai memasuki musim kemarau.

Musim kemarau tersebut akan berlangsung cukup panjang dengan prediksi puncak kemarau berada di bulan Agustus sampai dengan September mendatang.

Namun begitu, ia menyatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya wilayah krisis air bersih akibat terdampak musim kemarau.

Baca Juga: FPPP Kota Banjar Sebut Banyak Kepala Sekolah Habis Masa Tugasnya, Desak Aturan Periodisasi Ditegakkan

“Sementara ini masih aman belum ada laporan wilayah krisis air bersih akibat terdampak musim kemarau,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |