Dedi Mulyadi Tegaskan Milangkala Tatar Sunda sebagai Agenda Rutin Tahunan

18 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, memastikan peringatan Milangkala Tatar Sunda akan menjadi agenda budaya tahunan yang digelar secara berkelanjutan. Kebijakan ini diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum dan kesinambungan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, penetapan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri pada 18 Mei.

Ia menegaskan, Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan akan menjadi tradisi rutin yang terus dikembangkan setiap tahun.

Baca Juga: Sumedang Jadi Titik Awal Kirab Mahkota Binokasih, Simbol Kebangkitan Budaya Sunda

“Kegiatan ini (Milangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahir yang disebut Milangkala Tatar Sunda. Ditetapkannya nanti dalam Pergub, tanggal 18 Mei sudah persetujuan Mendagri,” kata Dedi Mulyadi usai penyerahan Mahkota Binokasih di Keraton Sumedang Larang, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, cakupan perayaan tidak hanya terbatas di wilayah administratif Jawa Barat. Daerah lain yang memiliki keterkaitan budaya Sunda, seperti wilayah di Banten hingga beberapa desa di Jawa Tengah, juga berpotensi dilibatkan dalam peringatan tersebut.

“Kita teman-teman yang Banten katakan, tatar Sunda. Kemudian sebagian dari wilayah Jawa Tengah kan ada desa-desanya itu masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan,” ujarnya.

Perayaan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kawasan Gedung Sate

Untuk tahun ini, perayaan akan dikemas dalam bentuk drama musikal yang digelar pada malam 17 Mei di kawasan Gedung Sate, meski area tersebut masih dalam tahap penataan. Ke depan, pemerintah berharap rangkaian kegiatan dapat berkembang menjadi jalur budaya yang menghubungkan berbagai wilayah bersejarah Sunda, seperti Sumedang, Kawali, hingga Cianjur.

Baca Juga: Sumedang Didorong Bangkit, Dedi Mulyadi Tekankan Kemandirian dan Pelestarian Alam

“Dari Sumedang ke induknya, ke Kawali Ciamis dulu. Nanti dari Kawali melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui ikut terlibat, jadi tidak terbatas seperti sekarang lantaran masih ada keterbatasan waktu,” katanya.

Selain aspek budaya dan sejarah, kegiatan ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Dedi menyebut, setiap perayaan berpeluang mendorong pertumbuhan UMKM serta sektor pariwisata lokal.

Ia optimistis, dengan persiapan yang lebih matang, daerah seperti Sumedang dapat tampil lebih siap pada perayaan tahun berikutnya.

“Setiap perayaan kegiatan selalu melahirkan UMKM. Yang paling utama nanti, karena tahun mungkin mendadak. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap,” ucapnya.

Baca Juga: Berburu Ikan Tanpa Alat, Ribuan Warga Sumedang Ramaikan Tradisi Ngagogo Lauk

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda melalui Pergub Nomor 13 Tahun 2026. Penetapan ini sebagai upaya menghidupkan kembali identitas masyarakat Sunda yang berakar dari sejarah panjang lebih dari seribu tahun.

Dengan landasan regulasi tersebut, pemerintah menargetkan Milangkala Tatar Sunda menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya. Tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |