harapanrakyat.com,- Duka mendalam masih menyelimuti keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia usai terseret ombak di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/5/2026). Di tengah suasana kehilangan, keluarga korban Pantai Madasari juga mengeluhkan pelayanan ambulans yang dinilai lamban saat proses pemulangan jenazah.
Baca Juga: Maut di Balik Keindahan Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Asal Garut Terseret Ombak Ganas
Anak korban, Astika Dewi, mengaku kecewa karena keluarga harus menunggu berjam-jam, untuk mendapatkan kepastian kendaraan ambulans yang akan membawa jenazah ibunya pulang ke Garut. Menurutnya, sejak pagi hingga menjelang siang, proses tersebut tak kunjung selesai.
“Awalnya bagus, namun dari jam 08.00 sampai sekarang jenazah ibu saya belum beres, terutama terkait kendaraan mobil ambulans. Kemudian kami harus bayar sekitar Rp2.500.000. Tapi bagi kami tidak apa-apa soal itu,” kata Astika, Jumat (15/5/2026).
Kekecewaan Keluarga Korban Pantai Madasari, “Hati Nuraninya di Mana?”
Ia menuturkan, pihak keluarga sempat menerima informasi, bahwa akan ada bantuan klaim asuransi untuk proses pemulangan jenazah. Namun hingga berjam-jam menunggu, kepastian itu tidak kunjung datang.
“Dari sekitar pukul 08.00 hingga sekarang pukul 11.00 tidak sama sekali. Kalau begitu mah sudah dari tadi ngobrol. Ada satu ambulans di Puskesmas Cimerak katanya akan dipakai karena tidak ada lagi,” katanya.
Kekecewaan keluarga korban Pantai Madasari ini semakin bertambah. Setelah mendapat penjelasan bahwa ambulans milik Puskesmas Cimerak tidak bisa digunakan karena harus tetap siaga di lokasi. Bagi keluarga korban, alasan tersebut dinilai tidak memiliki empati di tengah situasi duka yang mereka alami.
“Pengakuan pihak Puskesmas Cimerak katanya hanya ada satu-satunya mobil ambulans di Puskesmas, takut ada apa-apa lagi. Bagi kami tidak masuk akal, hati nuraninya di mana,” ucap Astika.
Baca Juga: Seorang Remaja Hilang Terseret Arus Saat Bermain di Pantai Timur Pangandaran
Setelah penantian cukup lama, jenazah akhirnya diberangkatkan ke Garut menggunakan ambulans milik RSUD Pandega Pangandaran. Meski sempat kecewa terhadap sejumlah pelayanan, keluarga tetap menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan pihak Kecamatan Cimerak, yang telah membantu selama proses penanganan musibah tersebut.
Kronologi Wisatawan Asal Garut Tewas di Pantai Madasari
Sebelumnya diberitakan, tragedi memilukan di Pantai Madasari, saat wisatawan asal Garut yang terseret ombak ganas tengah menikmati liburan bersama keluarga. Niat mengabadikan momen pagi dengan latar ombak pantai selatan justru berubah menjadi petaka.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Blok Karang Segeuh, Desa Masawah. Korban datang bersama anak, cucu, dan anggota keluarga lainnya, untuk berwisata menikmati panorama pantai madasari selatan, yang terkenal dengan batu karang eksotis dan deburan ombak besar.
Saat kejadian, korban diketahui tengah berfoto di area batu karang dekat bibir pantai Madasari. Astika mengatakan, dirinya saat itu berada di tenda untuk menyiapkan sarapan, sementara adiknya membantu memotret sang ibu. “Terus ada rame-rame terdengar suara orang-orang tuh ada yang terseret arus,” tuturnya.
Awalnya Astika tidak menyangka sosok yang terseret ombak adalah ibunya sendiri. Namun setelah mendekat ke lokasi, ia langsung histeris melihat korban terombang-ambing di tengah ganasnya ombak pantai selatan.
“Saya kaget ternyata itu ibu saya. Meski begitu, saya menerima takdir Allah atau ikhlas. Saya berteriak saat kejadian, ‘Tolong lifeguard tolong’. Ternyata tidak ada petugas sama sekali di lokasi,” katanya.
Dalam kondisi panik, Astika mengaku terus berteriak meminta pertolongan sambil menyaksikan ibunya terbawa arus laut. Ia menegaskan, korban bukan sedang berenang di Pantai Madasari, melainkan hanya berdiri di batuan kecil untuk berfoto.
Beberapa saat kemudian, tubuh korban wisatawan asal Garut ini kembali terbawa ombak ke bibir pantai. Warga dan wisatawan yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan pertama. Saat dievakuasi, korban disebut masih bernapas dan sempat mengeluarkan air dari mulutnya.
Baca Juga: Ini Kesaksian Saudara Korban Hanyut di Pantai Timur Pangandaran, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif
Korban yang terseret ombak Pantai Madasari ini kemudian dilarikan ke Puskesmas Cimerak, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah mendapat penanganan dari petugas kesehatan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

21 hours ago
9

















































