Ekosistem Laut Pangandaran Terancam Dampak Tumpahan Batu Bara, Nelayan dan Aktivis Minta Kompensasi

7 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Insiden tumpahan ribuan ton batu bara di perairan Pangandaran, Jawa Barat, terus menuai perhatian berbagai pihak. Selain mendesak percepatan penanganan dan pembersihan material tambang yang mencemari laut, sejumlah kalangan juga meminta perusahaan pemilik kapal pengangkut tongkang bertanggung jawab. Salah satunya melalui pemberian kompensasi atas potensi kerugian ekologis maupun ekonomi yang ditimbulkan.

Baca Juga: Tongkang Nautica 22 Pengangkut Batubara Terbalik, Seberapa Besar Dampaknya bagi Laut Pangandaran?

Kekhawatiran tersebut mencuat, karena lokasi tumpahannya berada di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi. Wilayah tersebut tidak hanya menjadi zona konservasi, tetapi juga merupakan daerah penangkapan ikan (fishing ground) yang selama ini menjadi sumber penghidupan para nelayan setempat.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menilai dampak dari insiden tersebut tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, kawasan tumpahnya batu bara tersebut merupakan zona konservasi, fishing ground dan sebagainya. Sehingga biota laut atau ekosistem di sana terancam mati.

Terlebih, jumlah batu bara yang tumpah mencapai 8.109 ton. Sehingga pihaknya meminta untuk segera menyedot semua bahan tambang tersebut. “Jangan sampai ini menyebar ke mana-mana,” tegasnya saat menghadiri audiensi di Gedung DPRD Pangandaran, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, perlunya pemeriksaan secara berkala di kawasan tersebut, setelah sebelumnya dilakukan pengambilan sample oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. “Saya mohon setiap bulan ambil sample,” pintanya.

Selain itu, pengembalian ekosistem laut yang berada di kawasan tumpahan batu bara akan berlangsung lama. Sehingga perlu ada kompensasi sebagai gantinya.

“Sebagai bagian dari kompensasi kepada kami, harus ada kegiatan-kegiatan konservasi, apakah penanaman mangrove dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, perusahaan juga harus memberikan kompensasi kepada nelayan penangkap ikan, yang secara langsung terkena dampaknya.

Baca Juga: Kapal Tongkang Batu Bara Kandas di Pangandaran, Praktisi Hukum Minta Penyebabnya Diungkap Terang Benderang 

Aktivis Lingkungan Juga Soroti Dampak Tumpahan Batu Bara di Pangandaran

Sementara itu, aktivis lingkungan Ai Giwang Sari mengungkapkan, bahwa kawasan yang terdampak tumpahan batu bara memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Selain terdapat terumbu karang, wilayah tersebut juga menjadi lokasi pendaratan penyu untuk bertelur.

“Di sana juga ada terumbu karang, pendaratan penyu. Jelas-jelas itu berpengaruh pada kegiatan konservasi di sana yang sedang dilakukan. Secara ekologi, jelas kita dirugikan,” ucapnya.

Baca Juga: Ketua HNSI Pangandaran Minta Pemkab dan Polres Tindak Penangkap Baby Lobster

Atas dasar potensi kerugian ekologis tersebut, ia meminta perusahaan pemilik kapal bertanggung jawab dengan melakukan langkah-langkah pemulihan lingkungan. Bentuk kompensasi yang diberikan dapat berupa berbagai program konservasi, termasuk pelepasan tukik atau anak penyu serta kegiatan pemulihan habitat lainnya. “Apalagi saat ini, merupakan musim penyu mendarat di perairan tersebut, untuk bertelur,” katanya. (Ala Heryana/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |