Galaksi langka NGC 7722 menjadi sorotan setelah Teleskop Antariksa Hubble milik NASA/ESA merilis citra resolusi tinggi pada pengamatan terbaru. Objek kosmik ini menampilkan struktur kompleks yang memikat perhatian para astronom modern. Melansir dari rilis resmi NASA/ESA tahun 2024, pengamatan benda langit ini dilakukan menggunakan instrumen Wide Field Camera 3 (WFC3).
Baca Juga: Mengenal Black Hole Phoenix A dan Ledakan Energi Dahsyatnya
Galaksi Langka NGC 7722, Berikut Lokasi dan Sejarah Penemuan Kosmiknya
NGC 7722 berada sekitar 187 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Pegasus. Galaksi ini juga terkenal dengan beberapa identitas ilmiah seperti IRAS 23361+1540, LEDA 71993, dan UGC 12718. Penemuan awal dilakukan oleh astronom Jerman Heinrich Louis d’Arrest pada 12 Agustus 1864 menggunakan teleskop observatorium klasik.
Penelitian astronomi modern menunjukkan galaksi ini termasuk dalam kelompok galaksi NGC 7711. Kelompok tersebut terdiri dari tujuh galaksi besar yang saling memengaruhi secara gravitasi. Merujuk publikasi dalam jurnal Astronomy & Astrophysics Letters tahun 2018, interaksi antar galaksi berperan membentuk struktur internal dan distribusi bintang.
Karakteristik Galaksi Lentikular
Galaksi langka NGC 7722 termasuk ke dalam klasifikasi galaksi lentikular atau galaksi berbentuk lensa. Jenis galaksi ini berada di antara galaksi spiral dan galaksi elips dalam klasifikasi morfologi Edwin Hubble. Galaksi lentikular terkenal lantaran memiliki ciri campuran yang sering menyulitkan proses identifikasi visual.
Galaksi spiral biasanya memiliki lengan berisi pembentukan bintang aktif. Sementara itu, galaksi elips cenderung berbentuk bulat dengan populasi bintang tua. Dalam buku Galactic Astronomy oleh James Binney tahun 1998, galaksi lentikular disebut sebagai fase transisi evolusi galaksi.
Struktur Internal dan Ciri Visual Unik
Ciri khas galaksi NGC 7722 terlihat dari tonjolan pusat terang atau bulge yang dominan. Halo cahaya luas yang menyerupai galaksi elips mengelilingi bagian tersebut. Namun piringan galaksi tetap terlihat jelas sehingga membedakannya dari galaksi elips murni.
Pengamatan resolusi tinggi memperlihatkan cincin konsentris yang mengelilingi inti galaksi. Cincin tersebut menunjukkan dinamika rotasi yang stabil selama jutaan tahun. Melansir dari laporan observasi Hubble program #16691, pola cincin membantu memetakan distribusi massa galaksi.
Jalur Debu dan Fenomena Kosmik Kompleks
Galaksi langka NGC 7722 memiliki jalur debu berwarna merah gelap yang memanjang di sekitar piringan dan halo. Jalur debu ini terlihat kontras terhadap latar cahaya galaksi yang lembut. Struktur tersebut menjadi fokus utama penelitian astronomi modern.
Baca Juga: Mengungkap Temuan Galaksi Kerdil Markarian 178 di Rasi Bintang Ursa Major
Debu kosmik terbentuk dari unsur karbon dan silikat yang berasal dari kematian bintang besar. Jalur debu juga menjadi tempat pembentukan molekul kompleks di ruang antar bintang. Merujuk studi dalam The Astrophysical Journal tahun 2021, jalur debu sering menjadi indikator interaksi gravitasi masa lalu.
Bukti Interaksi dan Tabrakan Galaksi
Teori ilmiah menyebut struktur debu NGC 7722 kemungkinan berasal dari peristiwa penggabungan galaksi. Tabrakan galaksi dapat mengubah bentuk struktur internal sekaligus memicu redistribusi gas dan bintang. Proses ini sering terjadi dalam skala waktu miliaran tahun.
Pada tahun 2020, galaksi ini mencatat peristiwa supernova bernama SN 2020SSF. Supernova tipe Ia terjadi ketika bintang katai putih menyerap massa dari bintang pendamping hingga meledak. Melansir laporan penelitian RJ Foley dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, supernova tipe Ia digunakan sebagai standar pengukuran jarak kosmik.
Peran Observasi Hubble dalam Studi Evolusi Galaksi
Galaksi langka NGC 7722 memberikan peluang penting untuk memahami evolusi galaksi lentikular. Citra WFC3 memungkinkan ilmuwan meneliti sisa radioaktif supernova serta lingkungan bintang di sekitarnya. Pengamatan lanjutan berlangsung dua tahun setelah ledakan supernova untuk menghindari gangguan cahaya ekstrem.
Data observasi membantu astronom menentukan usia populasi bintang dan komposisi material antar bintang. Penelitian juga mencoba mendeteksi keberadaan bintang pendamping yang mungkin tertinggal setelah ledakan. Melihat dari arsip penelitian NASA tahun 2022, studi ini membantu memperbaiki model evolusi galaksi skala besar.
Penelitian Masa Depan
Galaksi lNGC 7722 memberikan wawasan penting mengenai proses pembentukan galaksi di alam semesta. Keunikan morfologi lentikular menunjukkan bahwa evolusi galaksi tidak selalu mengikuti pola sederhana. Pengaruh interaksi gravitasi menjadi faktor dominan dalam transformasi struktur galaksi.
Penelitian lanjutan diharapkan menggunakan teleskop generasi baru seperti James Webb Space Telescope. Teknologi inframerah memungkinkan pengamatan lebih dalam terhadap distribusi debu dan gas dingin. Merujuk dari laporan ilmiah JWST Early Release Science tahun 2023, kombinasi data teleskop modern dapat membuka pemahaman baru tentang sejarah kosmik.
Baca Juga: Fenomena Menarik Bintang di Galaksi Andromeda
Pengamatan berkelanjutan terhadap objek seperti NGC 7722 membantu menjelaskan bagaimana galaksi langka berkembang selama miliaran tahun. Studi tersebut juga memperkuat teori bahwa merger galaksi menjadi proses utama pembentukan struktur besar di alam semesta. Penelitian masa depan terkait galaksi langka NGC 7722 kemungkinan besar akan mengungkap lebih banyak rahasia mengenai dinamika galaksi lentikular yang masih misterius. (R10/HR-Online)

2 hours ago
2

















































