harapanrakyat.com,- Harga beras di Garut, Jawa Barat berpotensi mengalami kenaikan, buntut harga gabah basah yang ikut naik. Selain faktor harga gabah dari petani, banyaknya pertanian yang gagal panen akibat hama tikus serta kemasan karung plastik yang ikut naik mempengaruhi para pedagang beras untuk menaikan harga beras.
Kaum emak di Kabupaten Garut, harus siap-siap merogoh isi dompet lebih dalam karena harga beras berpotensi naik. Meski hari ini para grosir beras masih menjual di harga lama, namun besok atau lusa atau pekan depan harga beras yang baru bisa saja membuat kepala dapur rumah tangga menjerit.
Baca juga: Stok Beras Capai Rekor 5,2 Juta Ton, Bulog Usulkan Program Beras Natura untuk ASN dan TNI-Polri
Harga gabah lama yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pemerintah, yaitu Rp 6.500 per Kg, namun per hari ini para petani yang telah panen menjual gabah basah dari sawah sudah di angka Rp 6.800 – Rp 7.000 per Kg. Dengan naiknya harga gabah dari petani tentu berpotensi membuat harga beras akan naik.
Penyebab Harga Beras Naik
Untuk konsumen di Garut, para warga biasa menggunakan beras lokal, sehingga para kaum ibu harus kuda – kuda mempersiapkan isi saldo untuk kenaikan harga beras.
“Untuk gabah sesuai HET Rp 6.500 per Kg, sekarang para petani jual gabah itu di harga Rp 6.800 bahkan ada yang Rp 7.000 per Kg. Hari ini untuk beras jenis kualitas bagus lokalan Garut masih dijual di harga Rp 14.700 perk Kg, untuk besok atau lusa tidak tahu akan naik atau tidaknya,” jelas Diki, pemilik grosir beras di Kecamatan Wanaraja, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Mentan Amran; Harga Beras SPHP Tidak Naik, Pedagang Harus Patuhi Aturan HET!
Selain faktor harga gabah yang naik dari petani, kemasan plastik dan karung pun mempengaruhi. Para pengecer beras di warung – warung kelontong sudah menjual harga beras Rp 16.000 per Kg, bahkan ada yang menjual Rp 18.000 per Kg.
“Alasan gabah naik kata petani karena adanya serangan hama tikus. Harga kemasan plastik serta karung pun ikut mahal karena memang sampai hari ini belum ada penurunan harga plastik kemasan,” tambahnya.
Petani menaikan harga gabah bukan tanpa sebab, serangan hama tikus yang membuat produksi gabah di sawah menurun dan petani perlu menutup kerugian dengan menaikan harga gabah. (Pikpik/R6/HR-Online)

19 hours ago
10

















































