Legenda Aki dan Nini Sarjan, Sosok yang Diyakini Menjaga Curug Sumber Air Abadi di Kota Banjar

12 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Sumber air Curug Sarjan di Blok Cijati, Dusun Priagung, RT 09/04, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, tak hanya menarik karena airnya tak pernah kering. Namun, curug yang berada di bawah perbukitan Lembah Pajamben itu, rupanya memiliki kisah tentang sosok penjaga yang dikenal dengan Aki dan Nini Sarjan.

Baca Juga: Sumber Air Curug Sarjan Kota Banjar Tak Pernah Kering Meski Kemarau, Jadi Tumpuan Warga

Warga yang datang ke lokasi curug pun harus menjaga etika dan tidak boleh asal bicara. Konon, dari beberapa kali kejadian, sang penjaga Curug terkadang suka usil kepada warga.

“Kata kokolot dulu yang pelihara ikan di area dekat curug suka diusilin sama Aki Sarjan. Konon ikannya disembunyikan pas panen tidak ada satupun ikannya,” kata Kepala Dusun Priagung, Heri Kiswanto kepada harapanrakyat.com, Senin (1/6/2026).

“Pernah juga ada yang bilang, kalau ambil foto curug/air terjun atau sekitar sana suka hilang fotonya atau gak jadi. Tapi sekarang mah udah biasa lagi,” ujarnya melanjutkan.

Heri menyebut, curug dulunya merupakan peninggalan dari Aki dan Nini Sarjan. Bahkan, menurut penuturan, orang Cijati juga masih keturunan penjaga curug tersebut.

Keturunan Aki dan Nini Sarjan tersebut yang kemudian melestarikan sumber air curug. Sehingga sampai sekarang airnya tidak surut walaupun kondisi musim kemarau.

Curug Sarjan kemudian menjadi sumber air utama. Warga memanfaatkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari, mengairi kolam dan sawah di kampung Cijati hingga sampai ke wilayah Pamongkoran.

“Legenda curug itu dulunya peninggalan dari Aki dan Nini Sarjan. Pak RT juga itu salah satu keturunannya yang menjadi juru kunci,” ucapnya.

Baca Juga: Mitos Curug Pangeran, Keindahan Alam yang Penuh Misteri

Kisah Aki dan Nini Sarjan yang Melegenda

Ketua RT setempat, Sarif menjelaskan, bahwa penjaga Curug Sarjan merupakan tokoh agama, sosok leluhur yang dulunya sangat disegani. Namun Aki Sarjan kemudian dikenal menjadi nama Curug atau pancuran air yang berasal dari mata air Cinyusu. Air tersebut tidak pernah kering meski kemarau panjang. 

“Nah, pancuran tersebut dikenal dengan nama Curug Sarjan. Curug itu berasal dari nama Ki Sarjan dan Nini Sarjan,” jelasnya.

Selain dikenal sebagai seorang tokoh disegani dan berwibawa, ada juga yang menyebut Aki Sarjan sedikit galak terutama orang yang tidak dikenal. Bahkan pada masa itu masih banyak orang yang bisa melihat penampakan Aki Sarjan, karena dikenal memiliki ilmu kedigdayaan.

Baca Juga: Kisah Dalem Raditia Sakti di Kota Banjar, Keturunan Kerajaan Galuh yang Kalah Berperang

Sampai sekarang, cerita Aki dan Nini Sarjan masih dipercaya dan terkadang masih ada orang yang melihat penampakannya, meskipun pun tidak terlalu sering seperti zaman dahulu. “Kalau orangnya beruntung kadang bisa melihat penampakan Ki Sarjan sedang ibadah di salah satu Bale Kambang, atau tempat yang dulu merupakan peninggalannya,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |