Meski Sudah Damai, Tiga Anggota Polda Jabar yang Arogan pada Satpam Bundaran HI Tetap Jalani Sidang Etik

10 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Polda Jawa Barat meminta maaf atas tindakan arogansi tiga personelnya kepada satpam atau petugas keamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, bernama Fiktor Harefa. Walaupun sudah berdamai, Polda Jabar memastikan tiga anggotanya tetap menjalani proses hukum internal.

Baca Juga: Marak Begal, Polda Jawa Barat Izinkan Warga Tindak Tegas Pelaku Asal Tidak Sampai Mati

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, pihaknya berkomitmen mengusut setiap pelanggaran anggota secara transparan dan tegas. Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Barat sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Ketiganya arogan terhadap satpam di kawasan Bundaran HI.

Hasilnya, Bidpropam Polda Jawa Barat menemukan bukti yang cukup atas dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri. Hal itu sebagaimana dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022.

“Kami sampaikan maaf kepada Saudara Fiktor atas perlakuan anggota kami. Walaupun sudah berdamai, kami tetap menindak anggota tersebut. Bidpropam sudah mengantongi bukti pelanggaran dan akan melanjutkan ke sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri,” ucap Hendra, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berkedok Aplikasi Dazz-Live

Kronologi Perselisihan Satpam Bundaran HI dengan 3 Anggota Polda Jabar

Melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri, Polda Jabar akan menjatuhkan sanksi terukur sesuai tingkat kesalahan ketiga personel. Polda Jawa Barat tidak membenarkan segala bentuk sikap arogan aparat penegak hukum di lapangan, yang dapat mencederai kepercayaan publik.

“Kami berkomitmen dan konsisten untuk menindak tegas serta transparan terhadap setiap pelanggaran anggota,” ujarnya.

Sebagai informasi, perselisihan antara satpam dengan tiga anggota Polda Jabar terjadi di sekitar Bundaran HI pada Rabu 22 Juli 2026. Insiden itu berawal saat Fiktor melayangkan teguran kepada Briptu RPW, yang mengendarai Alphard menerobos pelican crossing yang berada di sekitar Hotel Pullman.

Baca Juga: Kapolda Jabar Perintahkan Jajarannya Tindak Tegas Begal Jalanan di Bandung

Ternyata, teguran Fiktor ini menyebabkan terjadinya perselisihan, lantaran pengendara Alphard tidak terima. Karena tidak ada titik temu, mereka menyambangi Polisi Thamrin. Perselisihan itu akhirnya menemui titik temu dan berujung damai antara kedua belah pihak, setelah mediasi di Mapolsek Metro Menteng pada Jumat 24 Juli 2026. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |