harapanrakyat.com,- Kabupaten Pangandaran kian diminati sebagai lokasi riset dan pengabdian masyarakat. Pada tahun 2026 ini, tak kurang dari 5.000 mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi negeri maupun swasta dijadwalkan melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangandaran, Dr. Gumilar, mengatakan bahwa Pangandaran sangat terbuka bagi perguruan tinggi dan lembaga riset untuk menggali berbagai potensi daerah. Mulai dari kelautan, pariwisata, kuliner, hingga seni budaya.
“Tahun ini jumlah peserta KKN meningkat signifikan. Mendekati angka 5.000 mahasiswa dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” ujar Gumilar saat dihubungi harapanrakyat.com, Jumat (24/7/2026).
Beberapa kampus besar yang menerjunkan mahasiswanya antara lain Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Siliwangi (Unsil), Universitas Galuh (Unigal), ITB, hingga Unpad. Bahkan, program ini menarik perhatian internasional dengan hadirnya peserta dari Tanzania serta kunjungan penjajakan dari Malaysia untuk agenda pertukaran budaya.
Pemkab Pangandaran Fasilitasi Kampung yang akan Mengirim Mahasiswa untuk KKN
Gumilar menjelaskan, melonjaknya angka peserta KKN tak lepas dari kemudahan perizinan serta fasilitas yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Ketika pihak kampus mengajukan survei lokasi, Pemkab mendorong agar seluruh peserta dapat diserap penuh ke Pangandaran sesuai dengan bidang keilmuannya.
Di lapangan, agenda mahasiswa KKN terbagi dalam beberapa fokus strategis. Kampus ISBI misalnya, akan menutup kegiatan dengan pentas seni kolosal kisah Dewi Rengganis. Sementara UIN Sunan Gunung Djati menerjunkan sekitar 150 mahasiswa untuk KKN Moderasi Beragama di Desa Pangandaran dan Desa Pananjung, serta program pembauran etnis di kawasan Parigi.
Pemkab Pangandaran menegaskan bahwa keberadaan KKN bukan sekadar formalitas akademik, melainkan harus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Kesadaran Warga Pangandaran Membuat Akta Kematian Masih Rendah
“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan maupun teknis lapangan. Kami berharap KKN ini berkelanjutan, baik dalam pembinaan ekonomi maupun pelestarian budaya,” tegasnya.
Dongkrak Ekonomi Lokal dan PAD
Selain di bidang sosial dan budaya, kedatangan ribuan mahasiswa ini diyakini membawa pengaruh positif terhadap perekonomian warga serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mahasiswa mendata dan mendampingi pelaku UMKM, memberikan pelatihan produksi, hingga membantu pemasaran digital dan pendampingan perizinan.
Di sisi lain, pergerakan 5.000 mahasiswa yang juga bertindak sebagai wisatawan lokal. Hal ini diharapkan mampu memicu peningkatan aktivitas ekonomi di sektor retribusi pariwisata, kuliner, dan penginapan.
Gumilar mengimbau agar seluruh peserta KKN tetap menghormati adat istiadat dan tradisi setempat. Kehadiran budaya luar diharapkan dapat memperkaya khazanah lokal tanpa menghilangkan identitas asli Pangandaran.
Baca Juga: Kasus Kebun Cikupa Pangandaran Berujung Laporan Polisi, PTPN 1 Regional 2: HGU Berlaku hingga 2030
“Harapan kita ke depan, hasil penelitian dan pengabdian ini dapat memicu motivasi warga Pangandaran untuk menempuh pendidikan tinggi, sekaligus menarik minat investor dalam pengembanan pariwisata dan budaya,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

12 hours ago
9

















































