harapanrakyat.com,- Insiden nahas menimpa seorang pemancing di kawasan perairan Waduk Saguling yang masuk wilayah Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pemuda bernama Angga Permana (27), warga Dusun Cisampi RT 03/RW 06, Desa Nanggerang, dilaporkan tenggelam usai perahu jukung yang ia gunakan diduga mengalami kebocoran pada Jumat (17/7/2026) subuh.
Berdasarkan runutan kejadian, korban diketahui sudah berangkat untuk memancing sejak dini hari. Menjelang pukul 05.00 WIB, perahu kecil yang ditumpanginya mengalami masalah hingga akhirnya terbalik dan menenggelamkan korban.
Kronologi Pemancing di Waduk Saguling Tenggelam
Peristiwa tragis tersebut sebenarnya sempat terlihat oleh salah satu saksi mata bernama Edi di sekitar lokasi. Namun, saksi terpaksa mengurungkan niat untuk memberikan pertolongan langsung lantaran tidak memiliki kemampuan berenang. Alhasil, pemancing tersebut hilang tertelan arus dan belum ditemukan hingga berita ini dimuat.
Informasi mengenai hilangnya Angga baru masuk secara ke Basarnas Bandung pada pukul 13.00 WIB. Aduan tersebut dilaporkan secara langsung oleh aparat desa setempat atas nama Dedi Mulyadi. Setelah melakukan validasi data dengan pihak desa, regu penyelamat Basarnas langsung diberangkatkan menuju titik koordinat kejadian pada pukul 13.15 WIB.
Merespons aduan darurat ini, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, memastikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim penyelamat untuk segera mengevakuasi korban. Selain itu, Ade menegaskan bahwa operasi pencarian di perairan Saguling ini akan diupayakan seoptimal mungkin. Operasi ini akan tetap memperhatikan faktor keamanan personel di medan tugas. Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antara Basarnas dan instansi lain di lapangan. Dengan sinergitas itu, diharapkan misi pencarian korban membuahkan hasil yang cepat dan tepat.
Dengan jarak tempuh jalur darat sekitar 62 kilometer dari markas, tim gabungan dijadwalkan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.40 WIB. Selain itu, operasi evakuasi kelautan ini melibatkan total 11 personel yang merupakan gabungan dari anggota Basarnas Bandung. Personel juga berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, serta aparatur Desa Nanggerang.
Guna melancarkan proses pencarian, petugas telah dibekali dengan berbagai fasilitas pendukung evakuasi secara lengkap. Perlengkapan yang diturunkan mencakup satu armada mobil operasional SAR dan instrumen pencarian khusus di bawah air. Selain itu, perangkat komunikasi darurat serta alat pelindung diri standar juga disiapkan untuk keselamatan regu penyelamat. (Juhaeri/R6/HR-Online)

18 hours ago
7

















































