Sebuah fenomena luar biasa datang dari dunia hewan ternak, yakni perilaku unik sapi Veronika yang membuat kagum. Sapi bernama Veronika tersebut hidup di sebuah desa di Austria. Hewan ternak itu mampu menarik perhatian para peneliti karena perilakunya yang tidak biasa bagi jenis sapi pada umumnya.
Baca Juga: Hewan yang Mengalami Menstruasi, Fenomena Langka pada Dunia Mamalia
Dalam hal ini, Veronika bukan sapi biasa yang hanya makan rumput dan berkeliaran di padang rumput. Namun hewan itu menunjukkan kemampuan yang selama ini jarang ada kaitannya dengan sapi domestik.
Munculnya Perilaku Unik Sapi Veronika Pertama Kali
Perilaku yang unik dari Veronika mulai muncul ketika video si sapi tersebut menggunakan benda-benda di sekitarnya untuk menggaruk tubuhnya. Itu tersebar dan langsung menarik minat para ahli kognisi hewan.
Hewan betina berusia 13 tahun tersebut hidup di Desa Nötsch, kawasan kaki Pegunungan Carinthian, Austria selatan. Ia dipelihara oleh seorang petani setempat sebagai hewan peliharaan. Veronika hidup bebas berkeliaran di padang rumput. Hewan itu juga sering berinteraksi dengan berbagai benda di sekitarnya.
Para ilmuwan kemudian langsung melakukan pengamatan lanjutan. Mereka juga melakukan serangkaian eksperimen guna memahami fenomena ini dengan lebih intens. Temuan ini pun akhirnya diterbitkan di jurnal ilmiah Current Biology pada awal 2026.
Itu cukup menjadi laporan pertama yang menyatakan bahwa sapi dapat menggunakan alat dengan cara sengaja. Studi ini kemudian menjadi perbincangan global. Mengapa? Sebab memicu pertanyaan tentang sejauh mana kemampuan kognitif hewan ternak seperti sapi.
Perilaku Gunakan Alat yang Tidak Biasa
Salah satu aspek paling menonjol dari perilaku unik sapi Veronika ialah kecenderungannya untuk menggunakan alat. Ini dilakukan setiap kali tubuhnya terasa gatal pada bagian yang sulit dijangkau. Sapi tersebut tidak hanya bergantung pada insting, tetapi memilih dan memakai alat yang tepat sesuai kebutuhan tubuhnya.
Kemudian, para peneliti mengamati bahwa Veronika sering mengambil tongkat, sapu, atau sikat dengan mulutnya. Setelah itu, sapi tersebut menempatkan alat pada bagian tubuh yang ingin digaruk. Pilihan alat dan teknik yang si sapi gunakan ternyata menunjukkan bahwa hewan ini tidak sekadar memanfaatkan objek acak.
Dalam situasi tertentu, Veronika juga terlihat menyesuaikan ujung alat berdasarkan tekstur kulit yang ingin digaruk. Misalnya saja, Veronika memilih bagian sikat berbulu kasar untuk punggung yang lebih tebal. Sedangkan bagian gagang yang halus Veronika pakai pada bagian tubuh yang lebih sensitif. Nah, hal ini menunjukkan kapasitas berpikir yang lebih kompleks dari sekadar refleks sederhana.
Respons Ilmuwan
Temuan tentang perilaku unik sapi veronika membuat para ilmuwan untuk meninjau kembali pandangan lama tentang kecerdasan sapi. Selama ribuan tahun sapi domestik hidup bersama manusia, tapi kemampuan semacam itu baru terbukti secara ilmiah baru-baru ini.
Baca Juga: T rex Mengibaskan Ekor Saat Berlari, Mengungkap Rahasia Gerak Predator Purba
Menurut para peneliti dari University of Veterinary Medicine Vienna, perilaku Veronika memenuhi kriteria penggunaan alat secara sengaja. Sapi tersebut tidak hanya menggunakan alat, tetapi juga memilih bagian alat yang sesuai. Bahkan memposisikannya dengan cara efektif. Tingkah ini mirip dengan penggunaan alat pada primata atau burung tertentu meskipun konteksnya sederhana yakni untuk meredakan rasa gatal pada tubuhnya.
Para peneliti juga menekankan bahwa fenomena tersebut mungkin tidak hanya sebuah keanehan tunggal. Mereka menduga kalau sapi lain juga memiliki kemampuan ini jika diberi lingkungan yang kaya akan pemicu. Selain itu juga mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi lebih banyak objek dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor Lingkungan dalam Perkembangan Sapi Veronika
Selanjutnya, faktor lingkungan tampaknya memainkan peran penting dalam perkembangan kemampuan Veronika. Ini bukan sapi yang dibesarkan untuk produksi susu atau daging seperti umumnya hewan ternak. Veronika hidup sebagai hewan peliharaan. Hewan itu mendapat kebebasan berkeliaran di padang rumput yang luas dan berinteraksi dengan berbagai benda.
Nah kebebasan ini membuatnya bisa bereksperimen dengan benda-benda sekitar. Veronika juga mengasah keterampilan penggunaan alatnya bertahun-tahun. Kondisi tersebut berbeda dengan kebanyakan sapi yang hidup di peternakan komersial sebab biasanya berada dalam lingkungan yang lebih terbatas.
Para ilmuwan pun percaya bahwa pengalaman hidup panjang serta stimulasi lingkungan yang kaya menjadi faktor pemicu perilaku bermakna tersebut. Hal ini membuka peluang untuk studi lebih luas mengenai perilaku kognitif hewan ternak lainnya.
Baca Juga: Jumlah Gigi Kelinci Dewasa dan Perannya dalam Adaptasi Herbivora
Perilaku unik sapi Veronika telah mengubah cara pandang manusia terhadap kemampuan hewan ternak. Temuan ini mendorong studi lebih lanjut dalam bidang kognisi hewan. Bahkan menantang pandangan tradisional mengenai keterbatasan intelektual sapi domestik. Perilaku unik sapi Veronika menjadi pengingat kalau dunia hewan masih penuh dengan misteri yang layak untuk diungkap. (R10/HR-Online)

13 hours ago
6

















































